28 C
Semarang
Rabu, 28 Januari 2026

Penanganan Kasus Tilep Uang Pembelian Kertas Rp 6,9 Miliar Lamban

JATENGPOS.CO.IDKARANGANYAR – Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang yang mencapai Rp 6,9 miliar atas kerjasama antara PT Sinar Grafindo Grup dengan PT Depa Media Grafika, dinilai lamban dan tak kunjung tuntas di Polres Karanganyar.

Owner PT Grafindo Grup, Yoga Ari Sandy Setiawan melalui kuasa hukumnya, Dr Teguh Hartono SH MH mendesak Polres Karanganyar segera menuntaskan kasus tersebut.

Diungkap Teguh, dalam kasus ini kliennya mengalami kerugian kisaran Rp 6,9 miliar karena merasa ditipu oleh Eko Junianto selaku pimpinan PT Depa Media Grafika.

Kasus ini, menurutnya, bermula adanya kerjasama antara kedua belah pihak, namun cukup lama PT Depa Media Grafika yang membeli kertas ke perusahaan klienya tidak bisa lagi membayar angsuran yang jumlahnya mencapai kurang lebih Rp 6,9 miliar.

“Kasus ini sebenarnya sudah kami laporkan ke Polres Karanganyar sejak Mei 2022. Namun baru ditindaklanjuti dengan LP nomor LP/B/37/VI/2024/SPKT, yang merupakan kelanjutan dari LP sebelumnya STTP/307/VII/2023 di Polres Karanganyar,” beberTeguh Hartono, Senin (10/3/2025).

Baca juga:  Mengaku Polisi Peras 9 Wanita Pengendara Motor, Pelaku Ternyata Residivis

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini berawal dari kerja sama antara PT Sinar Grafindo Group dan PT Depa Media Grafika, perusahaan milik Eko Junianto, dalam transaksi jual beli kertas.

Namun, menurut Teguh Hartono, pembayaran yang dilakukan hanya sebagian, sementara sisa tagihan tidak pernah dilunasi dalam waktu cukup lama.

“PT Sinar Grafindo mengalami kerugian besar karena ditipu mencapai Rp 6,9 miliar. Barang-barang milik klien kami yang seharusnya dibayar ternyata tidak dilunasi,” ungkap Teguh.

Kuasa hukum korban ini menyayangkan, proses hukum dalam menangani kasus ini berjalan sangat lamban. Sebab pemeriksaan sudah dimulai sejak Juli 2023. Namun baru pada Juni 2024 kasus naik ke tahap penyidikan dengan diterbitkannya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Baca juga:  Pengusaha Salon Tewas Penuh Luka

Anehnya lagi, meski SPDP telah dikirim ke kejaksaan, kata Teguh, penyidik belum menetapkan tersangkanya.

Agar perkara ini dapat segera selesai dalam tahap pemberkasan perkara, lanjut Teguh, telah dilengkapi dengan penjelasan saksi ahli pidana dari UNS, Dr M Rustamaji, SH, MH. Dan berdasarkan keterangan saksi ahli, perkara ini sudah memenuhi unsur tindak pidana penipuan dan penggelapan.

“Kami mendesak agar proses hukum ini segera dipercepat. Tinggal nunggu apalagi, kan perkaranya sudah terang benderang, termasuk sudah ada keterangan saksi ahli,” bebernya.

Terkait kasus ini, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Bondan Wicaksono beberapa kali dihubungi awak media baik melalui telpon dan WhatsApp (WA) tidak merespon.

Salah satu awak media yang bertugas di Karanganyar ketika berusaha menghubungi untuk konfirmasi, tidak bisa menjelaskan melalui telepon atau WA. (ars)



TERKINI

Rekomendasi

...

Penerbit Buku Berisi ‘Pak Ganjar Tak Pernah...

Bejad! Ayah Tiri Cabuli Anak, Pelaku...

Beredar Website Palsu Rekrutmen KAI

Penggila Judi Online Gondol Tiga Mobil Rental

Bapak Cabuli Anak Tirinya, Diringkus Polres