31 C
Semarang
Kamis, 16 April 2026

Program Pesantren Obah Mulai Jalan, Pemprov Jateng akan Kirim Santri Sekolah ke Luar Negeri 




JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah  Taj Yasin (Gus Yasin), yang juga Panglima Santri Gayeng Nusantara (SGN) menghadiri acara halal bihalal bersama santri SGN, di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Senin 7 April 2025.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menyampaikan program Pesantren Obah yang digagasnya bersama Gubernur Ahmad Luthfi sudah mulai bisa dijalankan. Sehingga pemerintah provinsi akan mengirimkan para santri berprestasi untuk belajar ke luar negeri.

“Salah satunya pada bidang pendidikan dengan memberikan beasiswa santri. Yaitu kami akan mengirim santri-santri terpilih untuk belajar ke luar negeri,” katanya.

Untuk program ini, pihaknya akan melibatkan semua elemen baik dari NU, Muhammadiyah, SGN, dan lainya.


“Kita nanti ajak kerja sama,”ucapnya.

Karena itu, Gus Yasin juga meminta agar SGN berani menyampaikan kritik dan masukan kepada pemerintah. Supaya program-program yang dijalankan benar-benar menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah.

“Saya harap SGN jadi salah satu rekanan  pemerintah untuk ikut andil mengawal program-program pemerintah. Kawal kami dengan memberi masukan dan kritik supaya bisa menjalankan pemerintahan dengan adil, “ucap Gus Yasin di depan ratusan pengurus SGN dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca juga:  Pengacara Muda Megawati Prabowo Raih Gelar Doktor

Apalagi, keberadaan SGN ini ada di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Mereka punya potensi kemampuan memetakan setiap permasalahan masyarakat dari tingkat desa.

Ia mencontohkan, mendapatkan masukan dari SGN,  bahwa lokasi pembayaran PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) juga perlu dibuatkan inovasi agar lebih mudah dijangkau oleh wajib pajak. Selain itu, masyarakat juga masih terkendala  saat pembayaran PKB, lantaran harus memakai kartu tanda penduduk (KTP) asli pemilik kendaraan.

Di tempat yang sama, Ketua SGN Jateng,  M Chamzah Hasan mengatakan, akan memperkuat kapabilitas organisasinya  dengan merekrut ragam kalangan. Baik dari kalangan akademisi, pengusaha, dan lainnya. Dengan begitu, organisasi ini  akan lebih maksimal membantu dan mengawal program prioritas Pemprov Jateng.

Baca juga:  Pemanfaatan Urban Farming Perlu Diintensifkan

“Saya rasa jelas yang disampaikan Pak Wagub tentang program pengentasan kemiskinan, gizi buruk, kita konsentrasi di situ,” katanya.

Dia berharap santri punya peran membantu mengentaskan kemiskinan, salah satu caranya dengan mendata dan menyalurkan dana perbaikan Rumah Tangga Layak Huni (RTLH).

“Kemudian untuk guzi buruk, bisa dengan intervensi membuat pos-pos layanan kesehatan di pondok pesantren,” ujarnya.

Asal tahu, SGN adalah organisasi masyarakat yang selama ini berafiliasi dengan Gus Yasin. SGN berisi jaringan santri pondok pesantren yang ada di Nusantara. SGN sudah berhasil mengantar Gus Yasin menjadi Wagub Jateng periode pertama bersama gubernur Ganjar Pranowo. Juga sukses memenangkan Gus Yasin menjadi anggota DPD pada pileg 2025 dengan 3,8 juta suara. Belum sempat dilantik, Gus Yasin maju lagi calon wakil gubernur kedua kalinya betsama Cagub Ahmad Luthfi. Paslon no 2 ini menang 59 persen dibanding Andika-Hendi yang meraih 40 persen suara. (*/jan)




TERKINI




Rekomendasi

...