27 C
Semarang
Rabu, 25 Februari 2026

Bapak Paralimpiade Indonesia Raih Bintang Jasa Nararya dari Presiden

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Perjuangan panjang Senny Marbun dalam memajukan olahraga paralimpiade di Indonesia mendapat pengakuan tertinggi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan Bintang Jasa Nararya atas dedikasinya membina para atlet disabilitas hingga meraih prestasi gemilang di kancah internasional.

Namun, penghargaan terbesar datang dari hati para atletnya. Pada Minggu (31/8) malam, ratusan atlet dari 35 provinsi memberikan kejutan apresiasi yang tak terduga untuk Senny Marbun di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo. Halaman hotel dipenuhi karangan bunga sebagai wujud rasa terima kasih.

Di atas panggung, Senny Marbun tak kuasa meneteskan air mata, terharu melihat cinta dan rasa hormat yang diberikan oleh para atletnya.

Muhammad Fadli Immammudin, atlet para balap sepeda sekaligus ketua panitia acara, menjelaskan bahwa apresiasi ini lahir dari rasa bangga para atlet. “Kami ikut bangga karena Pak Senny adalah orang yang paling berjasa untuk NPC Indonesia. Beliau sudah mendedikasikan dirinya hingga akhirnya mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Nararya dari Presiden,” kata Fadli.

Baca juga:  Tersangka Kasus Korupsi Percada Masih Melenggang, Kejari Disorot

Sebagai mantan pembalap Moto2 yang kini berprestasi di jalur paralimpiade, Fadli tahu betul peran Senny. Berkat perjuangan Senny, NPC Indonesia kini lebih maju dan diperhatikan pemerintah. “Kami berharap kedepannya NPC Indonesia bisa lebih maju dan lebih diperhatikan karena efeknya akan dirasakan langsung oleh para atlet agar lebih berprestasi,” lanjut Fadli.

Rasa bangga yang sama diungkapkan oleh atlet para angkat berat, Ni Nengah Widiasih. Peraih medali perak Paralimpiade Tokyo 2020 ini mengenang bagaimana Senny Marbun menjadi pelatihnya sejak ia masih SMP. Widi menyaksikan langsung transformasi NPC Indonesia, dari yang dulunya berlatih dengan fasilitas seadanya, kini memiliki fasilitas yang memadai dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

“Pemerintah menyetarakan prestasi kami dengan yang non-difabel. Tentu perubahan ini juga bagian dari perjuangan Pak Senny yang terus menyuarakan hak-hak kami sehingga didengar oleh pemerintah dan kini bisa kita nikmati,” ucap Widi.

Senny Marbun mengaku terharu dengan kejutan ini. Ia tak menyangka para atletnya mengingat semua perjuangan yang telah ia lakukan selama 22 tahun. Mengenang awal-awal memimpin NPC Indonesia di tahun 2003, Senny pernah menggadaikan rumahnya demi membiayai kebutuhan atlet.

Baca juga:  Bupati Rober Berharap Porseni jadi Ajang Inovasi Pendidikan

Namun, di tengah semua perjuangan itu, ada satu momen yang membuatnya sangat terharu, yaitu saat melihat senyum dan semangat para atlet muda di Pekan Paralimpiade Daerah (Peparda) Jawa Tengah. “Saya terharu, hebat orang-orang difabel ini. Mereka bisa berkumpul, senang-senang, dengan kondisi yang luar biasa, saya berucap syukur kepada Tuhan ketika melihat itu. Dulu keadaan saya tidak seperti itu. Selalu termarginalkan,” kenangnya.

Dengan semangat baru, Senny Marbun berharap prestasi NPC Indonesia tak berhenti di sini. Kontingen Indonesia yang berstatus juara tiga kali berturut-turut di ASEAN Para Games akan kembali bersemangat di Thailand 2025. Dan yang terpenting, NPC Indonesia kini lebih percaya diri menatap perjalanan panjang menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...