JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Tim Wiguna Universitas Muria Kudus (UMK) sukses meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, yang merupakan salah satu program unggulan Kemendikbudristek untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan usaha berbasis potensi lokal.
P2MW 2025 berlangsung mulai Juli hingga November mendatang, dengan rangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan, pendampingan usaha, hingga evaluasi bisnis. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan usaha yang berkelanjutan serta berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
Kali ini, Tim Wiguna UMK melalui program bertajuk “WIGUNA: Vest Denim Versatile dengan Muria Coastal Batik Style”, memperkenalkan inovasi fashion berupa vest berbahan denim yang versatile atau multifungsi. Inovasi itu hasil perpaduan motif batik khas pesisir Muria seperti Kudus, Pati, dan Jepara.
Produk itupun dirancang agar cocok dipakai oleh berbagai kalangan dan gender, serta dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari gaya kasual hingga semi-formal.
Kombinasi denim modern dengan batik tradisional ini, menjadi upaya untuk menjembatani tren fashion masa kini dengan pelestarian budaya lokal. Motif batik yang digunakan berasal dari hasil kolaborasi dengan UMKM dan pengrajin batik di pesisir Muria, yang dikenal memiliki corak dinamis, penuh warna, dan sarat makna filosofis.
Ketua Tim Wiguna, Bidayatul Hidayah dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD), menyebutkan bahwa produk ini bukan sekadar proyek bisnis, tetapi juga memiliki misi sosial dan budaya.
‘’Kami sangat bersyukur dan bangga bisa lolos pendanaan P2MW 2025. Ini bukan hanya tentang kami sebagai mahasiswa berwirausaha, tapi bagaimana kami bisa ikut berkontribusi menjaga warisan budaya lokal,’’ ujarnya.
Sambungnya, melalui WIGUNA, PGSD UMK ingin memperkenalkan batik pesisir Muria dalam bentuk yang lebih relevan dengan generasi muda. Maka dalam kesempatan ini, menggandeng pelaku UMKM batik lokal, sebagai mitra produksi,’’Sehingga nantinya produk ini bisa menjadi jalan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,’’ katanya.
Adapun Tim Wiguna UMK, terdiri Istifaiya Velayani (PGSD), Putri Yul Setiowati (Manajemen), Nabila Ega Pramono (Pendidikan Matematika), dan Nazhat Afza Zain (Teknik Informatika).
Dosen Pembimbingan, Savitri Wanabuliandari mengaku bangga atas capaian Tim Wiguna dan melihat potensi besar pada produk yang dikembangkan. Menurutnya, terdapat potensi besar dalam ide Tim Wiguna sejak awal. Mereka tidak hanya menciptakan produk yang menarik secara estetika, tetapi juga mengusung nilai sosial dan budaya yang kuat
‘’Pendanaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras mereka. Saya berharap program WIGUNA dapat berkembang menjadi sebuah brand fashion yang berdaya saing tinggi, dan tetap berpijak pada akar budaya lokal,” jelas Savitri.
Pihaknya menekankan, P2MW akan menjadi wadah penting bagi mahasiswa, untuk mengasah keterampilan kewirausahaan.
“Melalui program ini, mahasiswa dapat belajar membangun relasi dengan mitra lokal, memahami kebutuhan pasar, dan merancang strategi bisnis yang berkelanjutan,” tutupnya. (mas/han/rit)




