Gemar Makan Ikan, Cara Jateng Kendalikan Inflasi dan Bangun Generasi Sehat

*Central Java Fish Market ke-4


 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Gelaran Central Java Fish Market ke-4, Selasa (11/10/2025) di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah bukan sekadar pasar, melainkan gerakan bersama untuk menjaga harga pangan sekaligus membangun kebiasaan makan sehat masyarakat Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Endi Faiz Effendi mengatakan, fluktuasi harga pangan kerap menjadi pemicu utama inflasi daerah. Karena itu, sektor kelautan dan perikanan yang melimpah di Jawa Tengah harus dimanfaatkan sebagai kekuatan baru dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“Potensi laut Jateng sangat besar. Ikan bukan hanya sumber protein, tapi juga solusi untuk menstabilkan pasokan dan menekan inflasi,” katanya.


Melalui gerakan ini, lanjutnya, DKP bersama Bank Indonesia dan Pemprov Jateng mengajak masyarakat untuk melihat ikan bukan sekadar lauk, tapi masa depan pangan. Adapun rangkaian acara kali ini meriah, mulai dari lomba masak ikan bagi pelajar SMA/SMK, kampanye gemar makan ikan di lima sekolah dasar, hingga bazar UMKM yang memamerkan produk olahan dari 24 kabupaten/kota.

Baca juga:  YBM PLN Santuni 582 Santri Anak Yatim

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra menjelaskan, konsumsi ikan yang rendah turut memperburuk tekanan harga komoditas unggas. Padahal, diversifikasi ke pangan akuatik bisa menjadi solusi sederhana untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

“Inflasi kita bulan Oktober sebesar 0,4 persen, terutama dari daging ayam dan telur. Kalau masyarakat mau beralih ke ikan, tekanan inflasi bisa berkurang,” jelasnya.

Rahmat menyebut, ekspor hasil perikanan Jateng pada 2024 mencapai Rp5,76 triliun, dengan volume 83 juta ton. Angka itu membuktikan sektor ini punya potensi besar, tidak hanya untuk ekspor, tapi juga pemenuhan gizi masyarakat.

“Gerakan makan ikan bukan cuma soal ekonomi. Ini juga langkah menurunkan stunting dan membangun generasi sehat,” tambahnya.

Dikatakan, Central Java Fish Market bukan sekadar ajang tahunan. Ini gerakan jangka panjang untuk membuat ikan jadi kebanggaan, bukan sekadar pilihan lauk.

“Karena dari laut, kita bisa menjaga harga, menyehatkan bangsa, dan menumbuhkan ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur, mengajak masyarakat membangun kebiasaan makan ikan mulai dari rumah. Menurutnya, orang tua harus memberi contoh agar anak-anak mencintai ikan lokal, bukan hanya daging atau produk impor.

Baca juga:  IM3 Persembahkan Konser Musik Keliling Indonesia

“Kalau orang tuanya makan ayam dan sapi terus, jangan salahkan anaknya kalau tak suka ikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kandungan gizi ikan lokal, seperti pindang atau bandeng, jauh lebih tinggi dibanding salmon impor yang selama ini dianggap “mewah.”

“Yang keren itu bukan salmon, tapi ikan pindang. Karena protein dan omega-3-nya tinggi, bagus untuk otak dan jantung,” tegasnya.

Selain edukasi, gerakan ini juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM perikanan. Produk seperti nugget, abon, dan bakso ikan diperkenalkan sebagai bentuk inovasi agar hasil laut punya nilai tambah dan daya simpan lebih lama.

Sumarno menilai, pengembangan pangan akuatik juga berarti menguatkan ekonomi rakyat. Nelayan dan petambak mendapat pasar yang lebih luas, sementara masyarakat mendapatkan sumber gizi yang lebih baik dan terjangkau.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...