30 C
Semarang
Jumat, 2 Januari 2026

Keterbatasan Ruang Kelas, MIN 6 Magelang Gunakan Rumah Warga untuk Belajar

JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG — Keterbatasan sarana pendidikan memaksa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Magelang mengambil langkah darurat. Untuk tetap menampung seluruh peserta didik, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan dua rumah warga di sekitar sekolah sebagai ruang belajar mengajar karena kapasitas ruang kelas yang tersedia tidak lagi mencukupi.

Kepala MIN 6 Magelang, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MIN 6 Magelang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut belum diimbangi dengan penambahan ruang kelas yang memadai.

“Peminatnya terus bertambah, sementara ruang kelas yang ada sudah penuh. Agar proses belajar tetap berjalan, kami menyewa dua rumah di sekitar sekolah untuk digunakan sementara,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah sebenarnya telah memiliki lahan di sekitar madrasah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ruang kelas baru. Namun, keterbatasan anggaran hingga kini menjadi kendala utama.

“Kami sangat berharap ada dukungan dari pemerintah pusat agar pembangunan ruang kelas bisa segera direalisasikan, sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih layak dan nyaman,” katanya.

Kondisi tersebut disampaikan dalam kegiatan dialog dan serap aspirasi masyarakat yang digelar dalam rangka reses DPR RI di Desa Tirto, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang bagi warga dan pengelola pendidikan untuk menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi di lapangan.

Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dan interaktit, diikuti tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga Desa Tirto. Berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari pemerataan program kesejahteraan, perlindungan dan pemberdayaan perempuan, hingga dukungan sarana prasarana pendidikan keagamaan.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Wibowo Prasetyo menegaskan bahwa reses merupakan sarana penting bagi anggota parlemen untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.

“Kami ingin memastikan program pemerintah di bidang sosial, keagamaan, kebencanaan, serta perlindungan perempuan dan anak benar-benar dirasakan manfaatnya. Termasuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Ia menyambut baik semua aspirasi yang disampaikan masyarakat dan akan memperjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh mitra Komisi VIII atau kementerian terkait.

Selain dialog, kegiatan reses juga diisi dengan penyaluran bantuan sembako kepada warga Desa Tirto. Masyarakat berharap hasil reses ini dapat mendorong perbaikan layanan publik, khususnya dalam peningkatan sarana pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Magelang.


TERKINI

Welfare State ala Jawa Tengah 

Rekomendasi

...