27 C
Semarang
Senin, 26 Januari 2026

Pelajar SMP Flashmob Tarian Jawa bersama Pepadi

JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Car Free Day Minggu pagi di Jalan Pahlawan terasa berbeda. Kawasan Car Free Day (CFD) itu berubah menjadi panggung budaya terbuka ketika ratusan pelajar SMP se-Kota Semarang menampilkan flashmob tari Jawa yang digagas oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Semarang, Minggu (25/1/2025).

Sejak pukul 06.30 WIB, alunan gamelan sudah menggema di antara derap langkah pengunjung CFD, mengiringi gerak tari para pelajar yang tampil dinamis dan enerjik. Aksi kolosal ini tentu menarik perhatian masyarakat, menghadirkan pemandangan menarik dan langka: seni tari Jawa hadir di tengah ruang publik, berdampingan bersama denyut kehidupan kota.

Flashmob ini bukan hanya sekadar pertunjukan. Di balik gerak tari tradisi yang ditampilkan, tersimpan pesan yang kuat mengenai pentingnya pengenalan dan pelestarian budaya pada generasi muda. Ratusan siswa SMP yang hadir dan terlibat menjadi simbol regenerasi, bahwa tari Jawa masih memiliki tempat di hati generasi muda.

Ketua Pepadi Kota Semarang, Dr. H. Anang Budi Utomo, S.Pd., S.Mn., S.H., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan pagi ini merupakan langkah strategis yang ditempuh untuk mendekatkan generasi muda dengan seni tradisi Jawa, khususnya tari Jawa, melalui pendekatan yang kreatif dan sesuai minat generasi muda.

Baca juga:  PPKM Darurat, Terminal Tirtonadi Buka Posko Swab Antigen untuk Calon Penumpang Bus AKAP

“Kegiatan flashmob ini adalah upaya kami dari Pepadi Kota Semarang untuk mendekatkan generasi muda pada tari sebagai seni tradisi Jawa. Kami berharap anak-anak tidak hanya mengenal keseniannya, tetapi juga mencintai dan mempunyai rasa memiliki seni tradisi sebagai bagian dari identitas mereka,” ujar Anang.

Menurutnya, ruang publik di Kota Semarang seperti CFD merupakan medium yang efektif untuk mengenalkan seni tradisi kepada generasi mudan dan masyarakat luas, sekaligus menghilangkan anggapan bahwa seni tradisi khususnya tari Jawa hanya milik generasi tua atau kalangan tertentu.

Lebih lanjut, Ketua Pepadi Kota Semarang, Anang menegaskan komitmen Pepadi Kota Semarang untuk berperan aktif dalam menjaga eksistensi kesenian tradisi Nusantara. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, arus globalisasi dan budaya populer, Pepadi Kota Semarang bertekad tidak tinggal diam.

“Pepadi Kota Semarang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kesenian tradisi Nusantara. Ini merupakan tanggung jawab bersama, dan kami memilih untuk memulainya dari generasi muda,” tegasnya.

Antusiasme para pelajar yang hadir terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung Pepadi Kota Semarang juga mengundang penari gagahan yang menarikan pethilan Sesaji Rajasuya dengan full kostum wayang orang.

Baca juga:  LLDIKTI Dukung Penjaminan Mutu Internal untuk Institusi Unggul. Dua Guru Besar Baru Bukti Pencapaian Prestasi

Warga masyarakat yang berada di Jalan Pahlawan berbondong-bondong mendekat dan mengikuti gerakan tarian serta menari bersama dengan penuh semangat dan antusias. Bahkan, anggota Polwan Satuan Lalu Lintas (satlantas) Polrestabes Semarang juga mengikuti flashmob, menari dan mengikuti gerak tari Jawa bersama di hadapan publik. Kebersamaan yang terasa begitu indah.

Pepadi Kota Semarang berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat digelar secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan dan peleatarian seni budaya di Kota Semarang. Kegiatan semacam ini dipercaya mampu menumbuhkan cinta dan kebanggaan terhadap budaya, sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Di tengah geliat kota yang terus bergerak cepat, kegiatan flashmob tari Jawa di CFD Pahlawan hari ini menjadi pengingat kuat bahwa tradisi dapat diterima generasi muda dan tidak harus tertinggal. Dengan sentuhan kreatif serta dukungan generasi muda, seni tardisi khususnya tari Jawa justru menemukan denyut barunya di ruang publik Kota Semarang. (sgt)



TERKINI

Rekomendasi

...