29 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

Hadiri Rakornas LDK Muhammadiyah, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Tancap Gas Swasembada Pangan 2026

JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Kinerja sektor pangan Jawa Tengah yang mendapat apresiasi Presiden Prabowo Subianto memacu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat langkah menuju swasembada pangan 2026. Percepatan produksi pangan menjadi prioritas utama seiring peran strategis Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen tersebut di hadapan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis malam, 29 Januari 2026.

“Kami menargetkan Jawa Tengah mampu mencapai swasembada pangan dan sekaligus memperkuat peran sebagai penyangga pangan nasional. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan pemerintah pusat agar tahun ini bisa memulai dan mengakselerasi upaya tersebut,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan, pada 2025 target produktivitas padi Jawa Tengah yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 11 juta ton. Hingga akhir tahun, realisasi produksi mencapai sekitar 9,5 juta ton. Untuk mengejar peningkatan pada 2026, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Salah satunya melalui komitmen bersama dengan seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah untuk meningkatkan produksi hingga sekitar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2026. Selain padi, peningkatan produktivitas juga diarahkan pada komoditas pangan lain seperti jagung.

Baca juga:  Pedagang PPKL Stadion Diponegoro Dukung Paslon Agustina-Iswar 

Menurut Ahmad Luthfi, keberhasilan swasembada pangan tidak bisa dilepaskan dari kerja kolaboratif lintas sektor. Ia menekankan pentingnya konsep collaborative government dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.

“Kita gandeng semua pihak untuk bekerja bersama, termasuk organisasi kemasyarakatan yang kami jadikan mitra strategis dalam pembangunan,” katanya kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, unsur Forkopimda Jawa Tengah, serta perwakilan LDK dari berbagai daerah.

Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan khusus kepada Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah agar ikut terlibat aktif dalam pembangunan, baik di Jawa Tengah maupun daerah lain. Ia menilai dakwah komunitas memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam menyampaikan pesan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami titipkan pesan agar disampaikan ke masyarakat bahwa negara selalu hadir untuk menyejahterakan rakyat. Tolong komunikasikan apa yang telah dilakukan ulama dan umara bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, capaian dan kinerja Jawa Tengah telah ia laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam setiap laporan tersebut, kata dia, Jawa Tengah kerap mendapatkan apresiasi dari Presiden, terutama terkait program-program unggulan di sektor pangan.

Baca juga:  Desa Cermo, Boyolali Budidayakan Pisang Cavendish

Zulkifli Hasan menjelaskan, swasembada pangan merupakan salah satu prioritas nasional. Pada 2025, produksi beras nasional tercatat surplus sekitar 4 juta ton sehingga Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Kondisi ini berbanding terbalik dengan 2024, ketika impor beras mencapai sekitar 4,2 juta ton.

“Kalau dikerjakan dengan konsisten dan serius, swasembada pangan bisa dicapai. Tahun 2025 kita tidak impor beras, dan pada 2026 diharapkan kondisi itu dqpat terus dipertahankan. Begitu juga dengan jagung. Nilai tukar petani juga meningkat,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan, pesan Ahmad Luthfi terkait integrasi dakwah dan pembangunan sejalan dengan nilai-nilai dasar gerakan Muhammadiyah yang telah dirintis oleh pendirinya, KH Ahmad Dahlan.

Menurut Haedar Nashir, sejak awal Muhammadiyah hadir untuk kemaslahatan umat dan kemanusiaan secara luas, melalui pendidikan, layanan kesehatan, panti asuhan, hingga berbagai gerakan sosial dan penanggulangan bencana.

“Kiai Dahlan meletakkan dasar dakwah yang inklusif dan menyentuh persoalan sosial. Apa yang kita lakukan hari ini adalah melanjutkan spirit itu, dengan terus mempertajam cara dan pranata dakwah karena Indonesia begitu luas, begitu beragam, dan dinamika sosial yang kompleks,” katanya. (ucl)



TERKINI

Drama Sensasional di Lisbon

Kiper Ketiga Termahal di Dunia

Ikut Panik Kiper Benfica Maju Menyerang

Kenan Yildiz Diincar Liverpool

Rekomendasi

...