29 C
Semarang
Jumat, 13 Februari 2026

Hari Kasih Sayang, Pakai Helm Jadi Cara Termudah Mencintai Diri dan Keluarga

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Memasuki bulan Februari, atmosfer kasih sayang mulai terasa di berbagai sudut kota di Jawa Tengah. Rak-rak minimarket di Simpang Lima hingga pertokoan di jalanan  mulai dipenuhi cokelat, bunga, dan pernak – pernik merah jambu. Namun, bagi para pengguna sepeda motor, ada satu bentuk kasih sayang yang jauh lebih esensial daripada sekadar bingkisan manis yaitu keselamatan di atas roda.

Data menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kendaraan roda dua. Di Jawa Tengah, karakteristik jalan yang padat dengan mobilitas tinggi di musim hujan seperti sekarang menambah risiko bagi siapa saja yang abai. Seringkali, kita terlalu sibuk memikirkan hadiah untuk orang lain, namun lupa menjaga keselamatan diri sendiri yang sangat dinantikan kepulangannya di rumah.

Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng mengatakan bahwa perlengkapan berkendara bisa kita sebut juga “Bahasa Kasih” untuk diri sendiri. Dalam perspektif keselamatan berkendara (safety riding), menggunakan perlengkapan berkendara (riding gear) yang lengkap bukan sekadar menggugurkan kewajiban dari tilang polisi, ini adalah bentuk apresiasi terhadap hidup. Menggunakan Helm berstandart SNI dan memakai helm dengan benar (hingga bunyi klik) adalah janji kita pada pasangan atau orang tua bahwa Anda akan pulang dalam kondisi sehat. Jaket dan Sarung Tangan dipakai sebagai pelindung dari kejamnya musim hujan di Jawa Tengah seringkali membawa angin kencang dan suhu dingin. Jaket yang mumpuni tidak hanya melindungi paru – paru dari terpaan angin, tapi juga meminimalisir cedera gesek jika risiko jatuh terjadi. Sepatu yang seringkali disepelekan sehingga menggunakan sandal saat berkendara padahal kaki adalah tumpuan utama saat motor berhenti atau dalam kondisi darurat.

Baca juga:  HUT ke-54, Astra Motor Manjakan Konsumen dengan Promo Menarik

Mengubah Pola Pikir: Dari “Cuma Dekat” Menjadi “Selalu Taat”. Penyakit umum pemotor di wilayah kita adalah meremehkan jarak. “Hanya ke pasar depan kok,” atau “Cuma mau jemput pacar di ujung jalan.” Perlu diingat, aspal tidak pernah memilih korban berdasarkan jarak tempuhnya. Kecelakaan fatal justru sering terjadi di radius kurang dari 5 kilometer dari rumah karena pengendara cenderung menurunkan tingkat kewaspadaan dan mengabaikan perlengkapan keselamatan.

Menyayangi seseorang berarti memastikan bahwa kita tetap ada untuk mereka di masa depan. Memaksakan diri berkendara secara ugal-ugalan atau tanpa pelindung di tengah cuaca ekstrem Februari ini bukanlah bentuk kejantanan, melainkan bentuk pengabaian terhadap kasih sayang keluarga.

Baca juga:  Pebalap Astra Honda Siap Bersaing di Asia Talent Cup 2021

“Cinta sejati juga diukur dari seberapa besar usaha kita untuk pulang ke rumah dengan selamat. Di jalan raya, ego adalah musuh terbesar dan kepatuhan adalah sahabat terbaik. Jangan biarkan orang tersayang menunggu kepulangan yang tak kunjung tiba. Ingat, ada hati yang perlu dijaga, maka mulailah dengan menjaga keselamatan diri di atas aspal.” ujar Oke.



TERKINI

Rekomendasi

...