29 C
Semarang
Jumat, 13 Februari 2026

BI–Pemprov Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jateng

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar High Level Meeting (HLM), Rabu (11/2/2026), guna memperkuat sinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkelanjutan, dan inklusif. Pertemuan ini mengusung tema “Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan.”

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho mengatakan penguatan koordinasi diperlukan untuk meningkatkan kinerja ekonomi sekaligus memitigasi risiko global. Ia menyebut ekonomi Jawa Tengah telah tumbuh di atas 5 persen dan perlu terus didorong agar mencapai target 8 persen pada 2029.

“Strategi penguatan investasi diarahkan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan. Namun Jawa Tengah masih menghadapi tantangan struktural dalam stabilisasi harga dan ketahanan pangan, sehingga perlu ditangani bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan tersebut meliputi panjangnya rantai distribusi, penurunan luas baku sawah, gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, regenerasi petani yang belum optimal, serta rendahnya adopsi teknologi pertanian. Untuk itu, berbagai program dilakukan secara end to end mulai dari penguatan regulasi perlindungan lahan, pemanfaatan teknologi seperti Biosaline, Bacillus SP., dan Biochar, hingga penguatan distribusi dan hilirisasi pangan strategis.

Nugroho menambahkan percepatan investasi juga diarahkan pada sumber pertumbuhan baru seperti pariwisata dan jasa melalui Tim Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (KERIS) Jateng. Upaya tersebut ditempuh melalui optimalisasi promosi, perluasan basis investor domestik dan global, serta peningkatan kualitas proyek investasi bersama perguruan tinggi dan sektor swasta.

Baca juga:  Penjualan Global Elektronik Tumbuh 10 Persen

“Pada pilar perdagangan, berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM secara terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk dukungan akses pasar dan pembiayaan. Sementara pada sektor pariwisata dibutuhkan sinergi untuk mendorong ekosistem, termasuk pariwisata ramah muslim beserta UMKM pendukungnya,” jelasnya.

Dalam aspek digitalisasi, ia menekankan pentingnya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) memperluas transaksi melalui kanal non-tunai seperti QRIS, e-commerce, serta internet dan mobile banking. Penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) juga dinilai perlu dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah.

Nugroho turut mengapresiasi TP2DD Provinsi Jawa Tengah yang meraih penghargaan Program Unggulan Terbaik II tingkat provinsi tahun 2025. Ke depan, akselerasi digitalisasi membutuhkan penguatan regulasi, koordinasi antarpemangku kepentingan, optimalisasi kanal non-tunai, serta pemerataan kualitas jaringan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi kebijakan pusat dan daerah, terutama dalam pengendalian inflasi melalui stabilisasi harga, penguatan ketahanan pangan, serta percepatan investasi dan digitalisasi ekonomi. Stabilitas harga ditempuh melalui peningkatan produksi pangan, percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan akses pembiayaan bagi petani.

Baca juga:  Pertamina Hadirkan Mobil Tangki dengan QR Code

“Gerakan Pangan Murah serentak, peningkatan pengawasan harga dan pasokan, serta perluasan kerja sama antardaerah juga harus diperkuat dengan peran optimal BUMD dan BUMP dalam manajemen distribusi untuk mengamankan pasokan lokal Jawa Tengah,” tegasnya.

Ia menilai dukungan investasi sangat penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki daya tarik tinggi bagi investor dalam maupun luar negeri sehingga perlu didukung dengan kemudahan berusaha, pemberian insentif, serta peningkatan iklim investasi.

“Investasi tidak hanya menjadi tools pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan dalam pengentasan kemiskinan dan menjaga stabilitas harga. Karena itu, diperlukan strategi untuk memacu investasi yang lebih inklusif dan kompetitif,” tandasnya.

HLM juga dirangkaikan dengan peluncuran Investment Challenge, yakni kompetisi penyusunan profil dan proyek investasi unggulan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini bertujuan memetakan potensi proyek daerah, memberikan pendampingan, serta menyelaraskan proyek unggulan dengan sektor yang diminati investor sebelum dipromosikan dalam Central Java Investment Business Forum.

Terkait digitalisasi keuangan daerah, Ahmad Luthfi mengarahkan seluruh pemerintah kabupaten/kota memperkuat komitmen percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Seluruh daerah juga diminta menyelenggarakan High Level Meeting TP2DD guna memperbarui peta jalan digitalisasi secara lebih terintegrasi dan terukur.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...

Setahun Queen City Mall Terus Berinovasi

Irwan Hidayat : Kunci Produktivitas Ada Pada...

Yuk Bayar Listrik Tepat Waktu!

Sah, Merger Indosat Ooredoo Hutchison