27 C
Semarang
Senin, 23 Februari 2026

Wali Kota Larang Target PAD “Tebas Mentah”, Harus Hitung Potensi Riil

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., memberikan perhatian khusus pada aspek pendapatan daerah berdasarkan evaluasi tahun anggaran sebelumnya dan tantangan utama pemerintah daerah saat ini bukan sekadar membelanjakan anggaran, melainkan bagaimana meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

” Konsentrasi pemerintah harus difokuskan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penggalian potensi secara mendalam serta tidak berpuas diri meskipun capaian sebelumnya telah melampaui target,” kata Robby saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Tingkat Kota Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Lantai 2, kemarin.

Pertemuan ini dihadiri oleh Pj. Sekda beserta para asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat se-Kota Salatiga guna menyelaraskan langkah pembangunan di tahun berjalan.

Baca juga:  Tradisi Sedekah Laut Desa Bungo, Wujud Syukur Pesisir Demak di Hari Syawalan

Robby menekankan bahwa penentuan target PAD tidak boleh lagi dilakukan secara konvensional atau sekadar mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang ia istilahkan sebagai “tebas mentah”. Ia menginstruksikan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghitung secara riil potensi yang ada di unit kerja masing-masing. Penyesuaian potensi tersebut, menurutnya, akan menjadi tolok ukur dalam menetapkan target pendapatan daerah yang lebih realistis dan terukur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pembangunan Setda, Siti Nur Solikhah, memaparkan rekapitulasi kendala dan solusi pelaksanaan kegiatan selama Tahun Anggaran 2025. Secara umum, capaian OPD berada pada kisaran 81 hingga 98 persen, dengan rata-rata capaian fisik dan keuangan mencapai 94 persen. Meski tergolong tinggi, masih ditemukan sejumlah tantangan, antara lain keterlambatan proses pengadaan, ketidaksesuaian Rencana Anggaran Kas dengan pelaksanaan kegiatan, serta proporsi belanja pegawai yang masih berada di atas 40 persen.

Baca juga:  Pidato HUT ke-503 Kabupaten Semarang: Kemiskinan Turun, Investasi Tinggi

Sebagai langkah mitigasi, Siti menyampaikan sejumlah solusi strategis untuk tahun ini, di antaranya percepatan proses pengadaan barang dan jasa serta penegasan kembali pentingnya ketepatan penempatan Anggaran Kas dalam setiap kegiatan.(deb)



TERKINI

Rekomendasi

...