33.8 C
Semarang
Rabu, 29 April 2026

100 Ribu Mushaf Al-Quran Siap Didistribusikan Lewat “Gerakan Al-Quran dan Gizi untuk Santri”




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sebanyak 100 ribu mushaf Al-Qur’an siap didistribusikan kepada para santri di berbagai pesantren seluruh Indonesia melalui Program Gerakan AGUS atau Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri yang diluncurkan Minggu (8/3) di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang.

Program AGUS ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Alfatihah melalui program AQSI (Al-Qur’an Santri) dan Ekspedisi Al-Qur’an dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PWNU Jawa Tengah.

Distribusi mushaf Al-Qur’an akan dilakukan secara bertahap ke berbagai pesantren yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Saat ini tercatat lebih dari 28 ribu pesantren yang berada di bawah naungan NU di seluruh Indonesia, sehingga kebutuhan akan mushaf Al-Qur’an masih sangat besar.

Manager gerakan AGUS, Gus Ulin  Nuha, menyampaikan bahwa masih banyak santri yang belum memiliki mushaf Al-Qur’an di pesantren. “Tidak semua santri kita di pesantren memiliki cukup bekal untuk belajar. Bahkan untuk hal basic seperti mushaf Al-Qur’an, mereka masih harus ngantri,” tutur Gus Ulin saat memberikan sambutan dalam acara launching gerakan AGUS (8/3).


Baca juga:  Muntira Kosmetik Garap Pasar Maklon, Berbisnis Kosmetik dengan Brand Sendiri

Selain penyaluran mushaf Al-Qur’an, Gerakan AGUS juga menghadirkan dukungan gizi bagi para santri sebagai bagian dari upaya meningkatkan gizi mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.

Sementara itu, Manager Program Al-Qur’an Santri (AQSI) Yayasan Al Fatihah, Maida Yusna Ilmiyah mengatakan bahwa melalui program ini akan didistribusikan 100.000 mushaf Al-Qur’an dan juga dukungan gizi santri berupa pemberian telur untuk dikonsumsi santri.

Ia Juga menjelaskan bahwa Program AQSI merupakan inisiatif Yayasan Al Fatihah yang berfokus pada penghimpunan dan penyaluran mushaf Al-Qur’an kepada santri di seluruh Indonesia yang telah berjalan sejak 2019 dan telah membantu ribuan pesantren.

“Tidak sedikit santri di pesantren yang masih belajar menggunakan mushaf yang sudah usang, bahkan harus bergantian saat belajar dan menghafal. Dari situlah program ini hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” ungkap Maida.

Baca juga:  Fadholi Ajak Tingkatkan Silaturahmi di Tengah Pandemi

Untuk Penyaluran mushaf, akan dilakukan melalui program Ekspedisi Al-Qur’an, yang bertugas mengantarkan dan mendistribusikan mushaf ke pesantren-pesantren penerima manfaat.

Manager Project Ekspedisi Quran Yayasan Al Fatihah, Nalurita Firdausya, mengatakan bahwa pendistribusian mushaf Al-Qur’an akan dilakukan secara bertahap kepada ribuan pesantren yang berada di bawah naungan PBNU.

“Pada tahap awal peluncuran di Semarang ini kita akan salurkan sebanyak 5.860 mushaf Al-Qur’an kepada pesantren yang perwakilannya hadir dalam kegiatan peluncuran kali ini. Selanjutnya, distribusi mushaf akan dilakukan bertahap berdasarkan data pesantren yang dihimpun oleh PBNU di berbagai daerah,” ujarnya.

Melalui program Kolaborasi antara Yayasan Alfatihah dan PBNU ini, diharapkan semakin banyak santri di berbagai daerah yang dapat memiliki mushaf Al-Qur’an untuk menunjang kegiatan belajar dan menghafal Al-Qur’an sekaligus mendapatkan dukungan gizi yang lebih baik. Ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan pesantren di Indonesia. (Prast.wd/Biz/sgt)




TERKINI




Rekomendasi

...