28 C
Semarang
Kamis, 19 Maret 2026

BMKG: Mudik Jateng Hindari Sore Hari 



SEMARANG – Cuaca di Jawa Tengah selama periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan relatif aman. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik memilih waktu perjalanan pagi hingga siang hari serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur dataran tinggi dan pegunungan.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengatakan, secara umum wilayah Jawa Tengah telah melewati puncak musim hujan. Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

“Secara umum di Jawa Tengah sudah melewati puncak musim hujan. Hujan yang terjadi biasanya ringan hingga sedang, meskipun sesekali bisa cukup deras dengan durasi singkat,” ujar Yoga, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca tersebut relatif merata di berbagai wilayah, baik di kawasan Pantai Utara (Pantura), wilayah selatan, maupun kawasan pegunungan di bagian tengah Jawa Tengah.

Baca juga:  Kementerian ATR/BPN Minta Pemda Segera Susun Perda Tata Ruang

Meski begitu, Yoga mengingatkan pemudik agar tetap waspada saat melintas di jalur pegunungan dan dataran tinggi. Pasalnya, potensi hujan di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Sebagaimana yang dipesankan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

“Untuk wilayah Pantura, tengah, dan selatan relatif aman. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan saat melintasi jalur pegunungan karena potensi hujan biasanya lebih tinggi,” katanya.

Yoga menambahkan, pada masa peralihan musim seperti saat ini, hujan umumnya terjadi pada siang hingga menjelang sore hari. Oleh karena itu, pemudik disarankan mengatur waktu perjalanan lebih awal.

“Jika berkendara pada pagi hingga siang hari, relatif lebih aman karena peluang hujan biasanya meningkat menjelang sore,” jelasnya.

Selain pemudik, masyarakat yang berencana berwisata selama libur Lebaran juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca, terutama di kawasan wisata alam.

Baca juga:  Aparat Represif Terhadap Pagar Nusa, PB IPSI: Kita Butuh Dukungan, Bukan Kekerasan

BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal, khususnya di daerah bantaran sungai atau lokasi wisata air yang hulunya berada di kawasan pegunungan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama di wisata air dan daerah aliran sungai. Selalu perbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas,” ujarnya.

BMKG juga meminta masyarakat aktif memantau informasi prakiraan cuaca terkini melalui berbagai platform resmi, seperti Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat, System of Interactive Aviation Meteorology (Inasiam) untuk penerbangan, serta Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) untuk aktivitas maritim.

“Platform ini dapat diakses melalui website tanpa harus mengunduh aplikasi, sehingga memudahkan masyarakat memperoleh informasi cuaca secara cepat,” tandasnya. (rit)




TERKINI




Rekomendasi

...