Rotary Club of Semarang Bojong Konser “Piano Recital for Charity” untuk Operasi Katarak Gratis


JATENGPOS.CO.ID-Rotary Club of Semarang Bojong berkolaborasi dengan opus Nusantara mempersembahkan pertunjukan Piano Recital for Charity, Jumat malam 7 Agustus 2026. Acara yang dihelat di Maxi Brain Academy Semarang, Jl Rinjani Semarang itu berlangsung meriah.

Menghadirkan pianis-pianis ternama. Seperti Vinsenso Julius Pratama, Steven Tanus. Juga penyanyi soprano, Fransisca Sherlyta, penyanyi tenor Bambang Pontjo, dan young pianist Yudistira All Stars.

Ketua panitia sekaligus Past Presiden Rotary Club of Semarang Bojong, Eleonora Aprilita S, mengatakan, Piano Recital for Charity adalah pertunjukan amal untuk membantu operasi katarak gratis bagi masyarakat kurang mampu di desa-desa Nusa Tenggara Timur.

“Di pelosok Nusantara Tenggara Timur masih banyak saudara kita yang hidup dalam kegelapan akibat katarak. Bukan karena penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi karena tidak mampu menjangkau biaya operasi. Donasi yang terkumpul akan menghadirkan cahaya kembali bagi mereka,”ucapnya.


Dan musik menjadikan jembatan kepedulian untuk saudara-saudara di NTT yang sangat membutuhkan kepedulian kita. Dengan alunan musik akan memberikan secercah cahaya penglihatan bagi penderita katarak di NTT.

Yudistira All Stars dalam Piano Recital For Charity. Foto : Yetty

Konser diawali dengan penampilan Yudistira All Stars dengan pianis-pianis mudanya yang sangat berbakat, piawai memainkan tuts piano dan memenangkan berbagai kompetisi piano di Indonesia.  Dilanjutkan dengan penyanyi tenor, Bambang Pontjo membawakan U Giordano-Amor ti vieta. Serta penyanyi soprano, Fransisca Sherlyta yang membawakan Aku Ingin in C. Major. Fransisca yang baru saja menjuarai Pekan Seni Mahasiswa Daerah Jawa Tengah kategori penyanyi Seriosa dan telah menjuarai banyak kompetisi lainnya tingkat daerah maupun nasional.  Yang luar biasa, pertunjukan amal ini menghadirkan dua pianis ternama. Vinsenso Julius Pratama, selain pianis juga conductor dan composer. Dia telah memenangkan kompetisi musik dalam dan luar negeri. Lalu Steven Tanus. Satu-satunya pianis tuna netra pertama yang lulus konservatori musik dalam bidang piano. Dia banyak diundang dan tampil di berbagai acara bergensi.

Baca juga:  Face Up Perkenalkan Tujuh Inovasi Produk Kecantikan Terbaru di Semarang
Penyanyi tenor, Bambang Pontjo membawakan U Giordano-Amor ti vieta. Foto : Yetty

 Konser amal yang digarap Opus Nusantara ini didukung Lab Cito, ADC, PT. Kingsindo Interlining, SUN, DIGI Kidz, Rotaract Club of Semarang Bojong, dan Harian JATENG POS.

Tampilnya Sang “Nerver Give Up” Steven Tanus dalam Konser Piano Recital For Charity

Tampil dalam konser charity bagi Steven Tanus memberikan arti tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Steven adalah pianist tuna netra pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diterima dan lulus dari konservatori dalam bidang piano performance.

Steven telah menyelesaikan studi pianonya di Yong Siew Toh Conservatory of Music, National University of Singapore dengan beasiswa penuh dengan predikat distinction. Dan September 2026, Steven akan melanjutkan Pendidikan masternya ke Utrecht, Belanda.

Steven telah melalui banyak kompetisi antara lain Unheard Notes Piano Paralympic di Vienna tahun 2013, Tokyo tahun 2012 dan New York tahun 2018. Tahun 2020 memenangkan The Feurich Competition di Jakarta.

Belajar musik dengan partiturnya melalui Braille menjadikan pria yang saat ini berusia 30 tahun menjadikan musik menjadi pilihan hidupnya. ‘’ Belajar Braille itu ibarat 1 buku normalnya dengan 5 buku Braille. Dan untuk setiap partitur harus benar-benar diingat, bagian-bagian mana yang harus panjang, tekanan kuat dan sebagainya. Terkadang dan seringkali ada lupa tapi support teman-teman selalu mengingatkan dan memberikan masukan dan dorongan untuk terus berusaha dan berkembang,’’ kata Steven saat sebelum konser.

Steven Tanus, pianis tuna netra pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diterima dan lulus dari konservatori dalam bidang piano performance. Foto : Yetty

Support dan dukungan ini datang dari semua pihak terutama orangtua dan keluarganya. Yang selalu mendorong dan memberikan  peluang untuk terus mengembangkan diri di dunia musik piano ini. Sempat mengalami masa labil dan hampir putus asa, saat itu Steven bertemu dengan master piano di Belanda yang terus memotivasi untuk maju di musik piano.

Baca juga:  ERHA Central Semarang Jadi Destinasi Baru Perawatan Kulit dan Rambut

‘’Never give up. Pasti ada jalan untuk bangun dan berjalan dari keputusasaan. Itulah pesan untuk pianis-pianis muda yang menjadi piano sebagai jalan hidup. Dengan segala keterbatasan fisik jangan menjadikan alasan dan penghambat. Justru menjadikan motivasi, jangan pernah menyerah. Berusahalah dengan maksimal,’’ujar Steven.

Spesial Performance Vincensius Julius Pratama dalam Piano Recital for Charity

Vinsenso Julius Pratama, pria kelahiran Semarang yang sekarang berdomisili di Jerman ini telah malang melintang di dunia musik. Bukan hanya sebagai pianist, merambah sebagai conductor dan composer.

Tampil dalam konser Piano Recital for Charity ini membawakan karya-karya masterpiece Claude Debussy-Minstrels, Bartok-romanian Folk Dances, J.S Bach-Sinfonia No. 15 in B Minor .

Vinsenso Julius Pratama membawakan karya-karya masterpiece Claude Debussy-Minstrels, Bartok-romanian Folk Dances, J.S Bach-Sinfonia No. 15 in B Minor . Foto : Yetty

Vinsen menyelesaikan studi piano, conductor dan composernya di Robert Schumann Hochschule Dusseldorf dan Hochchule fur Musik und Tanz koln, Germany. Dan telah memenangkan banyak kompetisi musik tingkat nasional maupun internasionaldan memiliki banyak pengalaman bermain musik sebagai pianis, conductor orkestra maupun operasi di acara tingkat internasional di Jerman. Saat ini Vinsen berkarya sebagi pianis dan conductor di Pfaiztheater Kaiserslautern, Germany.

Sebagai seorang pianis bukan berarti piano menjadi satu-satunya alat musik dominan. “Saya terkadang juga mendengarkan jenis dan aliran musik lainnya. Bisa rock, Jazz, yang bisa memberikan coloring musik dan tentu ini bisa menambah musikalitas tidak menjadi kering. ’’kata Vinsen.(yet)


TERKINI

Rekomendasi

...