28 C
Semarang
Sabtu, 4 April 2026

Cegah Wabah, Komisi D DPRD Karanganyar Sidak Puskesmas Tasikmadu




JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR — Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Tasikmadu, Rabu (1/4). Pasalnya, hal itu dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan layanan kesehatan.

Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Ali Akbar, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, termasuk upaya pencegahan penyakit menular melalui imunisasi.

“Sudah ada penjelasan dari pihak puskesmas dan dinas kesehatan, kita berupaya menjaga lingkungan yang sehat serta menekan penyakit menular,” ujarnya usai berdialog dengan tenaga kesehatan.

Ia juga menyinggung kasus chikungunya yang sempat muncul di wilayah Tasikmadu, tepatnya di kawasan Gaum. Menurutnya, gejala penyakit tersebut umumnya berupa demam selama beberapa hari, dan penanganannya telah dilakukan oleh tim kesehatan.


“Kasus kemarin sudah ditangani, pasien juga kondisinya baik. Ke depan kita harapkan bisa ditekan, bahkan kalau bisa nol kasus,” tegasnya.

Baca juga:  Tradisi Reog, Geliat Hiburan Usai Terhenti Akibat Pandemi

Ali menambahkan, upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan tetap harus diperkuat agar kejadian serupa tidak meluas.

“Yang penting bagaimana kita menjaga lingkungan tetap sehat, sehingga penyakit menular seperti chikungunya maupun lainnya bisa dicegah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tasikmadu, dr. Paria Bayu Murdi, menegaskan pentingnya imunisasi dasar sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit menular, khususnya yang saat ini mengalami peningkatan secara nasional seperti campak.

“Imunisasi dasar sangat penting untuk mencegah wabah. Kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui berbagai instansi agar cakupan imunisasi tetap tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, Puskesmas Tasikmadu juga telah melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat terkait pentingnya pemberantasan sarang nyamuk dan perilaku hidup bersih dan sehat, sebagai langkah pencegahan penyakit seperti chikungunya.

Baca juga:  Peringati Hakordia BPJS Ketenagakerjaan Solo Optimalkan Kanal WBS

“Fogging bukan solusi utama. Yang lebih penting adalah edukasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati, menambahkan bahwa layanan imunisasi di puskesmas dilaksanakan sesuai program pemerintah dan melalui asesmen tenaga medis.

“Imunisasi gratis sudah terjadwal, misalnya usia 9 bulan dan 18 bulan, serta saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Di luar itu tetap bisa dilakukan, tetapi bersifat mandiri dan harus melalui asesmen dokter,” ujarnya.

Menurutnya, asesmen diperlukan untuk memastikan riwayat imunisasi serta jarak antarvaksin sesuai standar medis, sehingga aman bagi penerima. (yas/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...