28 C
Semarang
Minggu, 5 April 2026

BULOG Perkuat Serapan Jagung di Blora, Dorong Swasembada dan Hilirisasi Pangan




 

 

JATENGPOS.CO.ID, BLORA – Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan terlibat aktif pada kegiatan panen raya jagung kuartal I sekaligus tanam serentak kuartal II di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jumat (3/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Blora Arief Rohman, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, serta jajaran Forkopimda dan para petani.


Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan bahwa daerahnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya jagung. Produksi jagung Blora bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Tengah.

Ia berharap pengembangan sektor pertanian tidak hanya berhenti di produksi, tetapi juga menyentuh hilirisasi. Menurutnya, pembangunan industri pengolahan seperti pabrik pakan akan mampu meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan BULOG sebagai off-taker untuk menyerap hasil panen petani. Tidak hanya untuk kebutuhan pakan ternak, jagung juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol.

Baca juga:  Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Mahasiswa Kolaborasi dengan ADPMET

“Kebutuhan bioetanol nasional sangat besar. Ini peluang bagi petani karena jagung bisa dipanen dalam waktu relatif singkat,” ujarnya.

Pada panen kali ini, lahan seluas sekitar 15 hektare mampu menghasilkan produktivitas hingga 7 ton per hektare. Angka tersebut dinilai menunjukkan potensi besar pengembangan jagung di Blora.

Dukungan terhadap sektor pertanian juga datang dari TNI. Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan pihaknya siap mengawal pengembangan pertanian jagung secara terintegrasi, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pemasaran hasil panen.

Senada, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro menyebut kebutuhan jagung nasional terus meningkat, terutama untuk pakan ternak yang mencapai sekitar 15 juta ton per tahun. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan jagung untuk bioetanol dalam skala besar.

Baca juga:  Nataru, KAI Daop 4 Semarang Layani 160 Ribu Orang

Blora disebut menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan tersebut. Luas tanam jagung yang saat ini mencapai sekitar 83 ribu hektare ditargetkan terus meningkat hingga menembus 100 ribu hektare.

Di sisi lain, BULOG juga memperkuat dukungan pada sektor tebu melalui PT GMM. Perusahaan tersebut akan didorong untuk menyalurkan hasil panen petani ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, BULOG juga menyiapkan langkah pembenahan manajemen dan peningkatan kapasitas pabrik agar penyerapan tebu petani bisa berjalan lebih optimal ke depan.

Dengan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga BUMN, diharapkan Blora mampu menjadi salah satu pusat produksi jagung nasional sekaligus memperkuat kemandirian pangan Indonesia.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...