JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Tren kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 4 Semarang menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada Triwulan I 2026, tercatat 6 kejadian, turun dibandingkan 8 kejadian pada 2025 dan 10 kejadian pada 2024.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menyampaikan, penurunan ini menjadi indikasi meningkatnya kesadaran dan kedisiplinan masyarakat saat melintas. Meski demikian, kecelakaan masih terjadi sehingga upaya pencegahan terus diperkuat.
“Penurunan jumlah kejadian ini menjadi indikator positif bahwa upaya edukasi dan sosialisasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menegaskan, perlintasan sebidang tetap menjadi titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna jalan. Sosialisasi langsung ke masyarakat terus dilakukan sebagai langkah preventif.
“Kami terus melakukan upaya preventif melalui sosialisasi langsung agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan,” ungkapnya.
Data Triwulan I 2026 mencatat 5 korban meninggal dunia dan 2 orang luka berat dari 6 kejadian. Sementara pada periode yang sama tahun 2025 terdapat 5 korban meninggal, 1 luka berat, 1 luka ringan, dan 1 selamat, serta pada 2024 tercatat 5 meninggal, 4 luka berat, dan 5 luka ringan.
“Perlintasan sebidang masih memiliki risiko tinggi jika tidak disertai disiplin pengguna jalan,” tegasnya.
Selama Januari hingga Maret 2026, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan 113 sosialisasi di perlintasan serta 13 kegiatan di sekolah. Kegiatan dilakukan bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan komunitas melalui pemasangan imbauan serta edukasi langsung.
“Langkah sederhana seperti berhenti, melihat kanan kiri, dan memastikan kondisi aman harus menjadi kebiasaan bersama,” tandasnya.
Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat guna menciptakan lingkungan perlintasan yang aman dan tertib. Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama. Kami mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan disiplin demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(aln)















