SOLO – Perum Bulog Cabang Surakarta memperketat pengawasan dan distribusi minyak goreng subsidi “Minyakita” di wilayah Solo Raya. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas harga serta menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat di tengah dinamika permintaan pasar.
Hingga pertengahan April ini, Bulog mencatat telah menyalurkan total 360.000 liter Minyakita. Pasokan tersebut didistribusikan kepada 278 kios mitra yang tersebar di 11 pasar tradisional, di mana tujuh di antaranya merupakan pasar pantauan sistem SP2KP.
Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, turun langsung meninjau aktivitas dropping di Pasar Legi bersama Satgas Pangan dan Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Senin (13/4). Ia memastikan ketersediaan stok di tingkat pedagang masih sangat mencukupi.
“Khusus untuk Pasar Legi, hingga hari ini total penyaluran mencapai 150.168 liter bagi 77 kios terdaftar. Hari ini kami kembali menambah suplai sebanyak 12.000 liter untuk menjamin pemerataan,” ujar Nanang.
Nanang menegaskan bahwa prioritas utama Bulog adalah menjaga daya beli masyarakat melalui harga yang wajar dan pasokan yang konsisten. Menurutnya, kelancaran rantai distribusi adalah kunci untuk mencegah spekulasi harga di lapangan.
Sementara itu, Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying). Pasokan minyak goreng secara nasional dipastikan dalam kondisi aman, sehingga masyarakat diminta hanya berbelanja sesuai kebutuhan wajar. Sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah diharapkan mampu meredam potensi gejolak harga di masa mendatang. (dea/rit)















