27.1 C
Semarang
Rabu, 22 April 2026

DP3AKB Kabupaten Semarang Target UPTD PPA Beroperasi Tahun Ini




JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kabupaten Semarang mencatat kasus kekerasan pada Perempuan dan anak masih saja terjadi. Sampai dengan triwulan pertama tahun 2026, tercatat ada 4 kasus kekerasan pada perempuan dan 9 pada anak-anak.

Hingga total kasus kekerasan pada perempuan dan anak-anak tahun ini sebanyak 13 kasus. Sedangkan pada tahun lalu total ada 122 kasus terdiri dari 54 pada perempuan dan 68 anak-anak.

Kepala DP3AKB Dewanto Leksono Widagdo mengatakan kasus kekerasan ini memang seperti fenomena gunung es. Ada banyak kasus yang tidak tercatat karena korban tidak mau atau tidak berani melaporkan tindak kekerasan yang menimpanya.

Pihaknya sudah menyiapkan beberapa kanal pengaduan agar para korban berani lapor.


“Kami sudah meluncurkan aplikasi Gemati berbasis whatsapp untuk sarana pelaporan. Tahun ini juga ditargetkan sudah terbentuk unit pelaksana teknis yang menerima pengaduan tatap muka,” terangnya di sela-sela acara peringatan Hari Kartini tingkat Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Selasa (21/4/2026).

Baca juga:  Survei KRCI Terbaru, Sinoeng–Budi Ungggul 50,14% di Pilwakot Salatiga

Menurut Dewo, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) nantinya menempati eks Kelurahan Panjang Ambarawa di seberang Museum Palagan Lokasi di tepi jalan utama Ambarawa-Magelang ini mudah dijangkau.

Nantinya akan tersedia pelayanan terpadu termasuk dari kepolisian dan Dinas Sosial. Sehingga diharapkan penanganan laporan kasus kekerasan dapat lebih cepat dan akurat. Termasuk kemungkinan rujukan ke rumah sakit terdekat dan laporan resmi ke kepolisian.

“Peraturan Bupati Semarang yang mengatur teknis pelaksanaan kegiatan di UPTD telah rampung. Saat ini tinggal menunggu kick off. Sementara ini fungsi pelayanan ditangani bidang PPPA,” jelasnya lagi.

Ditambahkan, saat ini DP3AKB juga sedang melakukan pendampingan dugaan kasus pecelehan seksual seorang pelajar asal Kabupaten Semarang.

Baca juga:  Ricuh Muscab PP Kabupaten Semarang, Keberadaan Stempel PAC Dipertanyakan

Meskipun awal kejadiannya di luar wilayah, namun saat ini sudah dibuatkan laporan resmi ke polisi. Sebab pelecehan juga pernah dilakukan di wilayah Kabupaten Semarang.

Sementara itu Ketua TP PKK Hj Peni Ngesti Nugraha berharap sinergi TP PKK dan DP3AKB dapat meningkatkan martabat kaum perempuan.

”Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan adalah bagian penting dalam membangun masa depan bangsa. Semangat R.A. Kartini terus hidup hingga kini, menjadi inspirasi bagi setiap generasi untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi dalam berbagai bidang. Mari kita lanjutkan nilai perjuangan Kartini dengan memperkuat peran perempuan sebagai pribadi yang cerdas, tangguh, dan berdaya,” ujarnya. (muz)




TERKINI




Rekomendasi

...