29 C
Semarang
Senin, 27 April 2026

PSEL Pati Butuh 1.000 Ton Sampah per Hari




JATENGPOS.CO.ID, PATI – Rencana pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Pati masih menunggu kesepakatan dengan tiga daerah tetangga.

Untuk memenuhi kebutuhan 1.000 ton sampah per hari, Pati mengajak Kabupaten Kudus, Grobogan, dan Blora bergabung dalam kerja sama regional.

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati sudah menyusun draf perjanjian kerja sama antar kepala daerah.

DLH masih mengagendakan pertemuan dengan masing-masing bupati untuk penandatanganan.


“Surat perjanjian kerja sama telah disusun untuk nantinya disepakati antar kepala daerah. Kini kami masih menanti pertemuan dengan masing-masing kepala daerah untuk melakukan penandatanganan,” kata Analis Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Pati, Ragil Nurwahyudi.

Lokasi PSEL direncanakan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo.

Baca juga:  PDI Perjuangan Pati Gelar Vaksinasi Massal

Menurut Ragil, TPA Sukoharjo masih memiliki lahan 5 hektare yang sudah masuk Rencana Tata Ruang Wilayah dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas PSEL.

Dengan kapasitas 1.000 ton per hari, PSEL Pati tidak bisa hanya mengandalkan sampah dari dalam daerah. Karena itu kerja sama regional menjadi kunci nantinya sampah dari Kudus, Grobogan, dan Blora akan diangkut ke Pati untuk diolah.

Pengelolaan PSEL akan melibatkan kolaborasi antara Danantara sebagai pengelola dan PLN sebagai pembeli listrik.

“Dengan pengelolaan ini nantinya sampah di TPA dapat terkelola dengan baik dari pengelola Danantara dengan PLN, serta membuka lapangan pekerjaan baru,” jelas Ragil.

Ragil menambahkan, listrik yang dihasilkan dari PSEL akan dibeli PLN dan disalurkan ke jaringan rumah tangga.

Baca juga:  2.400 Pedagang Pasar Kliwon Kudus Nunggak Sewa Kios

Mekanisme ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

PSEL dinilai sebagai solusi atas persoalan sampah yang terus menumpuk di TPA sekaligus menambah pasokan energi baru terbarukan.

Selain mengurangi volume sampah, proyek ini diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal mulai dari pengangkutan, pemilahan, hingga operasional pembangkit.

DLH Pati berharap kesepakatan dengan tiga daerah bisa segera diteken agar tahap lelang investor dan konstruksi bisa dimulai tahun ini. Jika berjalan sesuai rencana, PSEL Pati akan menjadi proyek pengolahan sampah regional pertama di eks Karesidenan Pati yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional.(Ida/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...