JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Proyek pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, terus dikebut. Tercatat hingga Minggu (26/4), progres fisik jembatan gantung yang menghubungkan akses vital warga tersebut dilaporkan telah mencapai angka 78,50 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yusufa Allan Andriasie, melalui Danramil 06/Bae Kapten Inf Sri Widodo, menyampaikan bahwa pengerjaan jembatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok.
‘’Hari ini cuaca sangat mendukung, cerah sepanjang hari, sehingga personel di lapangan bisa bekerja maksimal. Saat ini fokus kami adalah menyelesaikan bagian pylon jembatan,’’ ujar Kapten Inf Sri Widodo, saat dihubungi, Senin (27/4).
Berdasarkan data teknis, lanjutnya, jembatan ini memiliki bentangan sepanjang 18 meter yang melintasi sungai dengan lebar 12 meter. Beberapa item pekerjaan utama seperti pembersihan lokasi, penggalian lubang anchor, hingga pengecoran pondasi tiang pylon di kedua sisi sungai (tepi dekat dan tepi jauh) telah rampung 100 persen.
‘’Untuk pengerjaan tiang pylon sendiri sudah mencapai 90 persen, sementara proses pembesian dan pengelasannya berada di angka 55 persen. Kami optimis pengerjaan akan terus berjalan lancar,’’ tambahnya.
Dalam pengerjaan ini, sebanyak 8 personel TNI dari Kodim 0722/Kudus bahu-membahu bersama 12 warga setempat. Gotong royong ini menjadi kunci utama pengerjaan tetap kondusif dan aman. Selain fokus pada struktur utama, petugas juga mulai mencicil pemasangan plang identitas dan pengecatan yang saat ini progresnya mencapai 20 persen.
Meski secara akumulatif terdapat deviasi pengerjaan sebesar 21,50 persen dari target awal, tim di lapangan optimistis dapat mengejar ketertinggalan pada tahap finishing. Rencana selanjutnya, petugas akan memfokuskan pada pengelasan akhir besi pylon serta pengecatan menyeluruh agar jembatan tidak hanya kokoh, tetapi juga estetik.
‘’Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh warga, dan memperlancar arus ekonomi serta aktivitas sosial di wilayah Kecamatan Bae setelah diresmikan nantinya,’’ ujarnya. (han/rit)















