JATENGPOS. CO. ID, BATANG – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) diharapkan mampu menciptakan zona industri yang kompetitif dan bisa bersaing di tingkat global. Sehingga membuka peluang investasi serta menjadi pemicu petumbuhan ekonomi.
Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menyampaikan paparan dalam Kunjungan Kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas RI di KEK Industroplis Batang, Selasa, 28 April 2026.
“KITB yang beroperasi sejak tahun 2021, telah memberikan dampak positif mengurangi angka pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Tercatat, terdapat serapan sebesar 18.390 tenaga kerja yang tercakup sebagai pekerja tenant dan pekerja konstruksi pada KEK Industropolis Batang,”kata
Wagub.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di KEK akan terus meningkat. Sehingga, menjadi penopang kehidupan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.
“Kita patut bersyukur, Provinsi Jawa Tengah, khususnya kota Batang diberikan sebuah tanah yang luar biasa. Sehingga ini menjadi keberkahan kita, juga penopang ekonomi masyarakat Jawa Tengah,” urainya.
Gus Yasin juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat, yang telah menyebut KITB bisa menjadi percontohan kawasan industri lain di Indonesia. Karenanya, dia berharap, KITB bisa menjaga ‘setting’ nya, termasuk kebersihan, dan fasilitas pendukungnya.
Selain itu, dia juga menekankan pembangunan KITB adalah multi sektoral. Termasuk kawasan yang akan dikembangkan untuk pariwisata. Ini sejalan dengan tema RPJMD Jawa Tengah tahunn 2027, tentang pariwisata plus ekonomi syariah.
“Para wisatawan jangan hanya menikmati alam dan kuliner, tetapi ketertarikan mereka bagaimana berinvestasi di Jawa Tengah. Itu harapan kami,” bebernya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, memuji keberadaan KITB yang layak menjadi kawasan percontohan. Ada beberapa keunggulan di Batang yang dia nilai tidak kalah dengan kawasan lain di skala internasional.
“Saya telah keliling beberapa kawasan industri. Terakhir ke kawasan industri di Vietnam. Orang selalu memuji-muji Vietnam. Seolah-olah kita ini kalah sama Vietnam. Setelah saya masuk ke sini, ada aura yang menyebabkan saya tidak merasa kalah dengan Vietnam,” ujarnya.
Menurut dia, tidak berlebihan jika Presiden Prabowo Subianto menargetkan KEK Industropolis Batang akan menjadi Shenzhen -nya Indonesia. Mengingat, industri yang dikembangkan di kawasan tersebut bukan sekadar padat karya, tetapi juga mengembangkan data center.
Direktur Utama Industropolis Batang Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, yang akrab disapa Ngurah, mengatakan, saat ini jenis industri yang dikembangkan meliputi padat karya 47 % dan padat teknologi 53%.
Terdapat sebanyak 93 tenant, dengan total investasi Rp 23 triliun. Adapun total luas lahan tersewa sebesar 442,2 hektar.
Pada kawasan ini akan dikembangkan juga two countrieas twin parks seluas 500 ha, data center 28 ha, sunpark village, golf couyrse dan horse race arena seluas 200ha. Selain itu ada juga hotel, cinema, dryport, sport center, shophouse, rusunawa 20.000 unit, serta commercial compound. (rit)















