33.8 C
Semarang
Rabu, 6 Mei 2026

Hari Buruh: Dari Semarang ke Pedalaman Kalimantan, Misi Relawan PLN Nyalakan Harapan




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Langit di Kecamatan Blantikan, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, masih menggantungkan kabut ketika Safuwan mulai bekerja. Sepatu botnya menapak tanah basah, menyusuri jalur yang tak selalu bisa dilalui kendaraan. Di hadapannya, hutan terbentang luas. Di baliknya, ada satu tujuan sederhana namun berarti besar: menghadirkan listrik untuk desa.

Safuwan, personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN Semarang, menjadi bagian dari 108 relawan kelistrikan yang diberangkatkan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah bersama PLN UP3 Semarang. Momentum Hari Buruh tahun ini mereka maknai bukan sekadar peringatan, melainkan pengabdian, membawa terang ke wilayah yang selama ini masih menunggu.

Di Desa Benautan dan Desa Kahingai, listrik bukan hanya soal penerangan. Dia adalah harapan agar anak-anak bisa belajar di malam hari, agar aktivitas ekonomi terus bergerak, dan agar kehidupan berjalan lebih mudah.

Hari-hari Safuwan di lapangan diisi dengan pekerjaan yang tak ringan. Mulai dari survei lokasi, menarik jaringan tegangan menengah dan rendah, menegakkan tiang listrik, hingga menyambungkan aliran listrik ke rumah warga. Semua dilakukan di tengah medan berat, akses terbatas, dan cuaca yang kerap berubah tanpa kompromi.

Baca juga:  Dirut Bulog Bersama Menko Pangan Kunjungi Pasar Kendal dipenghujung 2025

Namun bagi Safuwan dan tim, setiap tantangan terasa sepadan dengan tujuan yang ingin dicapai.

“Ini pengalaman yang sangat berharga. Meski penuh tantangan, saya bangga bisa berkontribusi menghadirkan listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmatinya. Semoga kehadiran listrik ini membawa perubahan positif,” ujar Safuwan.

Di sisi lain, bagi PLN, langkah para relawan ini adalah bagian dari komitmen yang lebih besar yakni memastikan listrik dapat dinikmati secara merata hingga ke pelosok negeri.

Manager PLN UP3 Semarang, Ricki Yakop, menyebut kehadiran relawan sebagai wujud nyata kontribusi insan PLN dalam pembangunan nasional.

“Relawan seperti Safuwan adalah representasi semangat PLN untuk terus hadir bagi masyarakat. Kami berharap percepatan program Listrik Desa ini segera memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup,” katanya.

Hal senada disampaikan General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi. Dia menekankan bahwa di balik setiap jaringan listrik yang terpasang, ada kerja keras dan dedikasi para pekerja yang menjadi fondasi kemajuan.

Baca juga:  Pertamina Siagakan Seluruh Fasilitas BBM dan LPG di Jawa Bagian Tengah

“Momentum Hari Buruh mengingatkan kita bahwa peran pekerja sangat vital dalam pembangunan. Melalui program Listrik Desa, PLN berupaya memastikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil. Listrik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga penggerak ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Program Listrik Desa (Lisdes) menjadi salah satu prioritas PLN dalam mendorong pemerataan pembangunan. Di daerah yang sebelumnya gelap saat malam tiba, kini perlahan berubah. Tiang-tiang listrik berdiri, jaringan mulai terhubung, dan harapan baru ikut tumbuh.

Bagi warga, momen ketika lampu pertama kali menyala adalah pengalaman yang tak terlupakan. Bagi Safuwan, itu adalah jawaban atas setiap langkah berat yang telah dilalui.

Di tengah heningnya rimba Kalimantan, cahaya listrik mulai menyala pelan namun pasti. Dan di balik cahaya itu, ada cerita tentang kerja keras, pengabdian, dan harapan yang akhirnya menemukan jalannya.

PLN pun optimistis, dengan semangat kolaborasi dan dedikasi, terang akan terus menjangkau seluruh penjuru negeri, menjadikan listrik sebagai fondasi bagi masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...