30.3 C
Semarang
Rabu, 6 Mei 2026

Sidak Gudang Bulog, Legislator Pastikan Stok Beras Aman Hadapi El Nino




JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Dapil V Jawa Tengah, Adik Sasongko, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Telukan, Sukoharjo, Selasa (05/05).

Kunjungan dalam masa reses ini bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan dan ketersediaan stok beras bagi masyarakat di wilayah Solo Raya tetap aman di tengah ancaman fenomena iklim El Nino.

Dalam pantauannya, Adik Sasongko menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa resah terkait pasokan pangan pokok.

“Kami pastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat di wilayah Solo Raya tetap aman. Terbukti padi petani terserap dengan baik dan kebutuhan bantuan pangan terpenuhi. Masyarakat tidak perlu resah, stok kita cukup untuk menghadapi tantangan alam ke depan,” ungkap Adik Sasongko.

Ia juga mengapresiasi kinerja Bulog sembari mengingatkan pentingnya perawatan berkala agar kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan selama masa penyimpanan.

Baca juga:  Pojok Merdeka Alumni FSRD UNS, dari Proyek Marvel Hingga Industri Global

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen stok yang dilakukan Perum Bulog Cabang Surakarta. Ia menilai langkah antisipatif dengan menyerap hasil panen petani secara maksimal adalah kunci stabilitas.

Eko Sapto menyoroti efektivitas manajemen First In First Out (FIFO) yang diterapkan. Dari ribuan ton pasokan, hanya tersisa sekitar 180 ton stok tahun lalu, yang menandakan perputaran beras sangat sehat.

“Tantangan iklim seperti El Nino Godzilla ini nyata, namun Bulog mampu mengambil peran dengan baik. Stok aman sampai akhir tahun, bahkan mereka sampai menyewa gudang swasta untuk menampung serapan petani,” tutur Eko Sapto.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Haryanto, memaparkan data bahwa total stok beras di wilayah Solo Raya saat ini mencapai 80.000 ton. Stok tersebut tersebar di 9 kompleks gudang milik Bulog dan 9 kompleks gudang swasta.

Baca juga:  Ketua Golkar Karanganyar Sebut Pertemuan Airlangga - Ganjar pada Haul Gribig Penuh Makna dan Strategis

“Realisasi penyerapan kami hingga hari ini sudah mencapai 58.000 ton atau 62 persen dari target tahunan 93.000 ton. Mayoritas yang ada merupakan stok pengadaan tahun 2026,” jelas Nanang.

Meski harga di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.000 – Rp7.400 per kilogram (di atas HPP Rp6.500), Bulog berkomitmen tetap menjadi jaring pengaman bagi para petani.

Sedangkan untuk konsumen, Bulog terus mengguyur pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP dijual dengan harga Rp11.000 per kilogram di tingkat gudang, dengan harga eceran tertinggi (HET) maksimal Rp12.500 per kilogram di tingkat konsumen.

Dengan fasilitas mesin pemrosesan di Gudang Telukan yang mampu menghasilkan kualitas premium grade, pemerintah menjamin beras yang sampai ke tangan masyarakat adalah produk berkualitas tinggi. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...