30.3 C
Semarang
Jumat, 8 Mei 2026

Pasutri Asal Pati Selamat dari Kecelakaan Bus Terbakar di Sumsel Masih Dirawat di RSUD Rupit Muratara




JATENGPOS.CO.ID, PATI – Nasib Ngadiono dan Jumiatun suami istri yang selamat dari kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan pilu.

Berawal ingin merantau dari Pati ke Medan demi memperbaiki nasib, kini justru keduanya menderita luka bakar serius setelah kendaraan yang ditumpangi meledak dan terbakar.

16 orang tewas dalam kecelakaan itu namun Ngadiono dan Jumiatun berhasil selamat.

Mereka bersama penumpang asal Tegal Fahrul Hubaidi (31) dan kernet M. Fadli bin Ibrahim (30) menjadi empat orang yang berhasil menyelamatkan diri dari bus yang terbakar.

Diketahui, keempat korban tersebut dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Muratara.

Baca juga:  Eratkan Silaturahmi, Polsek Kudus Kota Santuni Puluhan Anak Yatim

Tiga di antaranya yakni pasangan suami istri Jumiatun (35) dan Ngadiono (44) asal Pati, serta Fahrul Hubaidi (31) asal Tegal. Ketiganya mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh akibat ledakan minyak mentah.

Sementara itu, M. Fadli bin Ibrahim (30), kernet bus ALS asal Riau, dilaporkan diperbolehkan pulang setelah mengalami luka lecet ringan akibat pecahan kaca bus.

Sujiati, salah seorang kerabat korban, mengungkapkan bahwa Jumiatun dan Ngadiono berangkat dari Jawa Tengah dengan tujuan Medan, Sumatra Utara, untuk merantau.

“Mereka berangkat dari Pati menuju Medan untuk mencari kerja.

Saya awalnya tahu informasi kecelakaan ini dari media sosial Facebook, lalu keluarga di Jawa menghubungi saya untuk mengecek,” tutur Sujiati saat ditemui di RSUD Rupit, Rabu (6/5/2026) malam.

Baca juga:  Polisi Selami Dugaan Perampasan Barang Pedagang Dandangan

Ia menambahkan bahwa pihak keluarga, termasuk anak korban, telah dihubungi dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Muratara.

Kepala Desa asal Ngadiono dan Jumiatun di Pati membenarkan keduanya warga setempat yang pamit merantau awal Mei. “Mereka bilang mau ke Medan ikut saudaranya, kerja di perkebunan. Tidak menyangka malah kena musibah seperti ini,” kata Kades lewat telepon. (Ida/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...