29.1 C
Semarang
Minggu, 10 Mei 2026

Polsek Kudus dan Petani Bersinergi Kejar Swasembada Jagung, Antisipasi Elnino Godzilla




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Polsek Kudus mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat koordinas, guna menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem, di Aula Wira Kresna Pratama, Jumat (8/5) baru-baru ini. Dalam rakor khusus ini, turut menghadirkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari enam desa dan kelurahan di wilayah Kota Kudus.

Adapun Gapoktan yang dihadirkan itu, dari wilayah Kota Kudus yang memiliki keterbatasan lahan namun dapat memacu potensi jagung kering (pipil). Meliputi Desa Mlati Kidul, Singocandi, Kaliputu, Burikan, Wergu Kulon, dan Rendeng.

Kapolsek Kudus, AKP Subkhan menyebutkan, sinergi ini juga melibatkan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, untuk memetakan mitigasi masalah pangan akibat kemarau panjang. Dia pun menegaskan, bahwa ketahanan pangan merupakan bagian vital dari pertahanan negara.

Baca juga:  Sebulan Beroperasi, Omzet Galeri Dekranasda Kudus Tembus Rp20 Juta

‘’Kami ingin mendengar langsung kendala di lapangan. Polsek, Dinas Pertanian, dan PPL hadir memastikan petani tidak berjalan sendirian dalam mengejar target swasembada jagung,’’ ujar AKP Subkhan.

Sebagai bentuk aksi nyata, Polsek Kudus menyalurkan bantuan Pupuk NPK Phonska kepada perwakilan gapoktan, untuk mendukung masa tanam bulan Mei ini. Dalam sesi diskusi, para petani juga menyampaikan sejumlah tantangan teknis di lapangan. Petani dari Wergu Kulon dan Mlati Kidul mengeluhkan sulitnya akses air irigasi.

Merespons kendala tersebut, petani Singocandi mengusulkan bantuan sumur sibel. Di sisi lain, PPL kini tengah mengupayakan bantuan alat mesin pertanian seperti kultivator dan traktor. Petani juga mengharapkan adanya bantuan benih unggul, salah satunya jenis Biji 18, demi menjamin hasil panen maksimal.

Baca juga:  Kudus Borong Tropi Lomba Karya Jurnalistik TMMD Ke-125

Guna mempercepat penanganan masalah, rakor menyepakati pengaktifan kembali Grup WhatsApp Khusus. Grup yang beranggotakan para petani jagung, petugas PPL, dan personel Polsek Kudus ini berfungsi sebagai sarana pelaporan kendala secara real-time.

‘’Semua aspirasi petani kami catat. Kami akan laporkan secara tertulis kepada pihak terkait agar segera ditindaklanjuti,’’ pungkas AKP Subkhan.

Koordinator BPP Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Dwi Listiani, menambahkan bahwa pihaknya bersama Polsek Kudus kini tengah membidik lahan-lahan kosong yang belum terpakai.

‘’Salah satu lokasi yang dibidik adalah area di belakang Mall ADA. Lahan tersebut akan dioptimalkan menjadi kawasan jagung produktif,’’ (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...