30.7 C
Semarang
Minggu, 10 Mei 2026

PMI Surakarta Gelar ‘RED CONNECT’ Donasi Kemanusiaan di CFD




JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia tahun ini berlangsung meriah di Kota Bengawan. PMI Surakarta berkolaborasi dengan Adikara Relations, kelompok Public Relations Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2023, menggelar aksi kemanusiaan bertajuk RED CONNECT 2026, Minggu (10/5).

Bertempat di area Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Fithub, acara ini mengusung tema Connecting Humanity Through Actions. Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye global United in Humanity yang mengajak masyarakat berperan aktif dalam aksi kemanusiaan.

RED CONNECT 2026 menghadirkan tiga booth utama yang menjadi pusat perhatian pengunjung CFD. Pada booth pertama, masyarakat mendapatkan layanan konsultasi kesehatan dan pemeriksaan tensi darah secara gratis. Tersedia pula pemeriksaan kolesterol dan gula darah dengan biaya yang sangat terjangkau.

Baca juga:  SAR Temukan 2 Korban Perahu Wisatawan Tenggelam di Waduk Kedung Ombo

Sementara itu, booth kedua menawarkan cara unik berdonasi melalui penjualan merchandise eksklusif seperti gantungan kunci, stiker, dan pin hasil desain mahasiswa UNS. Pengunjung juga tampak antusias mengikuti permainan spin wheel hanya dengan donasi minimal Rp5.000.

“Seluruh keuntungan dari penjualan dan donasi ini akan kami salurkan ke Dompet Kemanusiaan PMI serta program Griya ODGJ PMI Peduli,” terang Ketua Pelaksana RED CONNECT 2026, Zaky (20).

Suasana semakin hangat dengan hadirnya booth ketiga yang menyuguhkan jamming session bersama Komunitas Musik Fakultas Ilmu Budaya (KMFIB) UNS. Alunan musik ini sukses menarik perhatian warga dari berbagai kalangan usia untuk berhenti sejenak dan berpartisipasi dalam aksi sosial tersebut.

Baca juga:  Tol Jogja-Solo Fungsional sampai Kebonarum, Berlaku 5-16 April

Dukungan pun mengalir dari para pengunjung. Arya (22), salah satu warga yang hadir, berharap aksi PMI terus didukung oleh berbagai pihak. “Semoga PMI lebih didukung oleh masyarakat, pemerintah, maupun swasta agar dampaknya semakin luas,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ayas (20), yang berharap solidaritas masyarakat terus meningkat. “Semoga dengan dukungan ini, PMI bisa membantu lebih banyak orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Aksi kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pemantik bagi generasi muda dan masyarakat umum untuk terus menguatkan solidaritas sosial melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...