30.7 C
Semarang
Minggu, 10 Mei 2026

Tekan Harga Pakan, SPHP Jagung Mengalir ke Peternak Solo Raya




JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Angin segar berhembus bagi para peternak ayam petelur di kawasan Solo Raya. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog resmi memulai penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung guna menekan tingginya biaya pakan di pasaran.

Seremoni pelepasan distribusi dilakukan di Kompleks Pergudangan Krikilan, Sabtu (9/5). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono, didampingi Pemimpin Wilayah BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati, serta perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng dan Pemimpin Cabang Bulog Surakarta.

Penyaluran tahap awal ini menyasar peternak yang tergabung dalam Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional Surakarta dan Koperasi Pinsar Unggas Nasional Sejahtera Surakarta. Kedua koperasi tersebut tercatat telah melakukan Purchase Order (PO) sebanyak 78 ton jagung melalui aplikasi Klik SPHP Jagung.

Baca juga:  Tingkatkan Kapasitas Usaha, LPEI Beri Pelatihan Petambak Udang Situbondo

“Program ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi peternak ayam petelur di tengah beban biaya pakan yang masih tinggi,” ujar Maino Dwi Hartono di sela kegiatan.

Sri Muniati menjelaskan skema harga yang diterapkan dalam program ini. Pihak koperasi atau asosiasi dapat menebus jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang (af gudang).

“Selanjutnya, peternak dapat membeli dari koperasi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp5.500 per kilogram. Harga ini tidak boleh dilampaui agar tujuannya tepat sasaran,” tegas Sri. Saat ini, stok jagung di gudang Bulog Cabang Surakarta dipastikan aman dengan ketersediaan mencapai 4.500 ton.

Dalam tinjauan langsung di gudang, perwakilan Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional Surakarta, Robi, memberikan apresiasi positif terhadap komoditas yang disalurkan. Setelah mengecek fisik, ia menilai kualitas jagung di Gudang Krikilan sangat layak.

Baca juga:  BAF Gelar Rangkaian CSR Penghijauan dan Pendidikan 2021 Serentak di 18 Kota

“Kadar airnya kering, kami optimis ini akan sangat diminati oleh para peternak. Kami berterima kasih kepada Pemerintah, Bapanas, dan Bulog. Semoga langkah ini efektif menstabilkan harga pakan di pasar,” pungkas Robi. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...