31 C
Semarang
Senin, 11 Mei 2026

PLN Dorong Produktivitas Petani Klaten melalui Electrifying Agriculture




 

 

JATENGPOS.CO.ID, KLATEN- PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga resmi memulai Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk ETANIGI (Energi Tani Bersinergi) pada Rabu (06/05). Bertempat di Gedung Balai BPT Kecamatan Wonosari, program ini difokuskan untuk mendorong produktivitas petani lewat penerapan energi listrik di sektor pertanian atau Electrifying Agriculture.

Kegiatan kick off dihadiri oleh Camat Wonosari Sri Wahyuningsih, S.Psi., Pj Lurah Sidowarno Candra, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIT JBT Irfan Saputra, serta 24 anggota Kelompok Tani Sumber Pangan.

Melalui program ETANIGI, PLN UIT JBT menghadirkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih modern dan efisien. Program tersebut meliputi pembangunan sumur irigasi yang dilengkapi pompa listrik, instalasi jaringan irigasi untuk mengairi hingga 31 hektare lahan sawah, serta penyediaan peralatan penunjang pertanian dan charging station.

Baca juga:  Sambut Natal, KAI Daop 4 Berikan Bantuan TJSL

Ketua Kelompok Tani Sumber Pangan, Ratno, menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan program tersebut di wilayahnya.

“Terima kasih kepada PLN UIT JBT yang telah membantu kami. Semoga program ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pertain dan terus berkelanjutan,” katanya.

Hal senada disampaikan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wonosari, Alfiyah Eka Fitriya. Menurutnya, inovasi ini adalah langkah positif dalam mendukung modernisasi pertanian.

“Penggunaan pompa irigasi berbasis listrik dapat membuat operasional pertanian lebih efisien dibandingkan penggunaan bahan bakar solar. Selain itu, adanya sumur irigasi dan peralatan penunjang pertanian akan membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” jelas Alfiyah.

Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge, menyatakan bahwa ETANIGI merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan PLN kepada masyarakat.

“Kami berharap fasilitas sumur irigasi berpompa listrik dan charging station ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Peralihan dari energi fosil ke energi listrik diharapkan mampu menekan biaya operasional pertanian, lebih ramah lingkungan, serta memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani,” ungkap Ardylla.

Baca juga:  Potensi Kota Semarang untuk Ekspor Daun Talas Kering Masih Besar

Pada kesempatan terpisah, General Manager PLN UIT JBT, Handy Wihartady, menegaskan bahwa ETANIGI merupakan bentuk sinergi PLN bersama masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta program Asta Cita Pemerintah.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan listrik tidak hanya dimanfaatkan sebagai penerangan, tetapi juga menjadi penggerak produktivitas dan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan energi bersih di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani. Lebih dari itu, program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada aspek energi bersih dan terjangkau, akses air bersih, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Handy.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...