Paket Misterius di Rumah Pendeta Gegerkan Warga, Tim Penjinak Bom Temukan Benda Mengejutkan !




 

KUDUS-Sebuah paket misterius yang ditemukan di komplek rumah pendeta Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Kecamatan Jati, sempat menggemparkan warga setempat dan memicu kepanikan terkait ancaman teror bom, Rabu (20/5).

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Tim Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brimob Polda Jawa Tengah pun dikerahkan ke lokasi. Untuk melakukan sterilisasi dan pemeriksaan mendalam.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, melalui Kabag Ops Kompol Eko Pujiono, menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) kepolisian dalam menangani benda mencurigakan.

‘’Pada pemeriksaan awal menggunakan alat pelacak logam (metal detector), petugas tidak menemukan adanya unsur logam di dalam paket tersebut,’’ ungkap Eko, ditemui di lokasi.

Baca juga:  Salip Truk, Mobil Tangki Hantam Scoopy di Jekulo

Kendati, karena mencurigakan langsung menghubungi tim dari Jibom untuk melakukan sterilisasi. Guna memastikan apakah barang tersebut berbahaya atau tidak. Setelah dibuka, ternyata isinya hanya sayuran dan jajanan pasar.

Menurut Eko, Polisi menduga paket tersebut merupakan salah kirim dari kurir atau pihak pengirim. Selain mengamankan paket, Tim Jibom juga melakukan sterilisasi menyeluruh di area sekitar lokasi, mulai dari halaman, kamar, hingga seluruh ruangan di dalam rumah pendeta tersebut untuk memastikan area benar-benar aman.

Meski situasi telah kondusif, pihak kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam. Hingga saat ini, identitas pengirim paket misterius tersebut masih belum diketahui. Polisi tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga:  Kawasan Industri Kendal Jadi Percontohan Nasional

Kompol Eko pun mengimbau masyarakat Kudus untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menanggapi peristiwa ini. Namun, ia juga menegaskan bahwa proses hukum akan tetap berjalan, jika hasil penyelidikan membuktikan adanya unsur kesengajaan dari pihak tertentu untuk menyebarkan teror atau kepanikan di tengah masyarakat.

‘’Kami tetap melakukan penyelidikan, guna membuktikan ada maupun tidak unsur kesengajaan dari pihak tertentu,’’ pungkas Eko. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...