Meningkatnya Mobilitas Wisatawan, Pengendara Diimbau Tingkatkan Antisipasi dan Etika Berkendara


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Meningkatnya aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat selama musim liburan membawa konsekuensi pada kepadatan lalu lintas di sejumlah jalur perkotaan maupun kawasan wisata. Dalam kondisi tersebut, seluruh pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga etika berkendara, serta mengedepankan sikap saling memahami antar pengendara.

Pengendara yang melintasi daerah baru umumnya membutuhkan konsentrasi lebih tinggi karena harus menyesuaikan diri dengan rute, titik persimpangan, karakter jalan, hingga kondisi lalu lintas setempat. Situasi ini dapat memengaruhi pengambilan keputusan saat berkendara, terutama ketika menggunakan aplikasi navigasi digital.

Senior Instruktur Safety Riding, Oke Desiyanto, menjelaskan bahwa seluruh pengguna jalan perlu meningkatkan kemampuan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan di jalan raya.

“Dalam situasi lalu lintas yang padat dan dinamis, setiap pengendara perlu memiliki empati serta kemampuan membaca potensi risiko di sekitarnya. Pengendara yang sedang mencari arah atau menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tentu membutuhkan ruang dan toleransi dari pengguna jalan lain,” ujar Oke.

Manuver Mendadak

Masalah utama dari pengendara yang mengandalkan aplikasi penunjuk arah seperti Google Maps adalah respons yang terlambat. Fenomena yang sering memicu kecelakaan adalah:

  • Rem Mendadak: Ketika suara navigasi ponsel tiba-tiba berkata “Dalam 50 meter, belok kanan”, pengendara luar kota sering kali langsung menginjak rem secara drastis tanpa melihat kaca spion.
  • Potong Jalur Tanpa Lampu Sein: Demi tidak terlewat pintu masuk tempat kuliner atau lokasi wisata, mereka tak jarang memotong jalur secara tiba-tiba dari sisi kiri langsung ke kanan, atau sebaliknya.
Baca juga:  Mudik Balik Bareng Honda Angkut 2.521 Pemudik ke Semarang dan Yogyakarta

Tips Safety Riding: Cara Aman Menghadapi Pengendara Luar Kota

Untuk menjaga diri kita tetap selamat selama musim liburan ini, berikut beberapa langkah antisipasi teknis yang bisa diterapkan:

  • Identifikasi Sejak Dini (Gali Informasi Pelat Nomor). Saat berkendara di area perkotaan atau jalur menuju tempat wisata, biasakan melakukan pemindaian visual (scanning) pada pelat nomor kendaraan di depan Anda. Jika melihat plat luar kota lainnya yang bergerak melambat atau tampak ragu-ragu, segera aktifkan mode waspada tinggi.
  • Jaga Jarak Aman Ekstra (Format 3 Detik). Jika dalam kondisi normal kita menggunakan jeda jarak 2 detik dengan kendaraan di depan, maka saat berada di belakang kendaraan luar kota, tambah jarak tersebut menjadi 3 atau 4 detik. Ini memberikan Anda waktu reaksi yang cukup jika mereka melakukan pengereman mendadak.
  • Hindari Blind Spot (Titik Buta). Jangan pernah bertahan terlalu lama di samping belakang mobil atau bus pariwisata luar kota. Pengemudi yang sedang bingung mencari jalan fokusnya terpecah, dan posisi Anda di area blind spot akan sangat berbahaya jika mereka tiba-tiba berbelok.
  • Gunakan Klakson Pendek sebagai Komunikasi Santun. Jika melihat mobil/motor luar kota mulai berjalan zig-zag atau ragu-ragu di persimpangan, beri tanda keberadaan kita dengan ketukan klakson pendek sebanyak dua kali. Jangan membunyikan klakson panjang yang provokatif karena justru bisa membuat mereka panik dan melakukan tindakan keliru.
Baca juga:  BMW Astra Bidik Pengguna Sasis F Series Lewat Promo Khusus

“Keahlian berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kemampuan memahami situasi, memberi ruang kepada pengguna jalan lain, dan menjaga keselamatan bersama. Dengan sikap saling menghargai, kita dapat menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua,” tutupnya.


TERKINI

Rekomendasi

...