JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena mengapresiasi atas sukses event Denok – Kenang 2026, sebagai Duta Wisata sekaligus menjadi brand ambassador kota Semarang dalam bidang Industri pariwisata.
Menurut Samuel, Denok – Kenang bisa diberdayakan sebagai mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam mempromosikan pariwisata, kebudayaan, sejarah, dan ekonomi kreatif.
“Denok-Kenang ini yang saya tahu banyak dijadikan sebagai penerima tamu, pembawa plakat, pembawa baki (saat acara),” katanya, usai Grand Final Denok-Kenang 2025, di Semarang, Sabtu malam.
Dijelaskan, Denok-Kenang dengan berbagai potensi yang dimilikinya semestinya diberdayakan untuk mengangkat pariwisata Kota Semarang agar semakin dikenal luas.
“Menurut saya, mereka-mereka yang sudah dengan latar belakang yang begitu potensial kok hanya difungsikan seperti itu? Nah, juri kan juga hebat-hebat. Berarti kapasitas mereka itu kan sebenarnya sudah bagus,” terangnya.
Samuel juga menyampaikan, bahwa Denok-Kenang harus diberikan ruang yang lebih untuk mengekspresikan potensi yang dimilikinya dalam pengembangan sektor pariwisata di Kota Semarang.
“Harusnya bisa difungsikan. Ada momen-momen yang mereka sebetulnya bisa menjual Semarang dengan cara mereka. Karena ada yang menguasai lebih dari dua bahasa. Kemudian, ada yang memahami mengenai pariwisata ini cukup dalam,” ungkapnya.
Ditegaskan, Denok – Kenang harus diberikan ruang alternatif sehingga mereka tidak hanya hadir dengan kelebihan fisik.
“Mereka itu pintar dan berwawasan. Nah, untuk bisa melihat ‘smartness’-nya ini ya harus diberikan ruang untuk berekspresi. Mereka kan dapat banyak asupan ilmu ya. Bagaimana juga mereka bisa menyebarluaskan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti juga menegaskan bahwa keberadaan Denok-Kenang bukan sekadar pagar ayu atau pemanis acara.
“Denok-Kenang ini merepresentasikan tiga kekuatan, yakni ‘brain’, ‘image’, dan ‘soul’. Ini (kekuatan, red.) yang perlu diperdalam ketika mereka sudah selesai menjadi finalis,” katanya.
“Brain”, kata dia, mengartikan bahwa Denok-Kenang harus memiliki pengetahuan atau wawasan yang luas untuk menerjemahkan dan memperkenalkan potensi pariwisata Kota Semarang.
“Image” merupakan cerminan dari wajah, kata dia, Denok-Kenang harus mampu mencerminkan etika dan kepribadian yang baik karena mereka menampilkan citra Kota Semarang.
“Kemudian, ‘soul’, atau jiwa. Bagaimana mereka mampu menjadikan pariwisata dan budaya yang menginspirasi, misalnya dalam aksi nyata,” kata Agustina.
Tampil sebagai juara pertama Denok-Kenang 2025, yakni Muria Dewi Larasati-Sevaldo Barqi Putra, juara kedua adalah Adelyna Riswaraya-Ijlal Ibraazy Al Mumtaaz, serta juara ketiga Umi Masviroh-Ukima Nusuki. (ucl/rit)



