JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Kolaborasi tersebut ditandai deklarasi bersama dalam peringatan Hari Lahir Fatayat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Sabtu (31/5/2026).
Deklarasi disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Fahrur Rozi, serta pengurus Fatayat NU se-Jawa Tengah. Kerja sama itu diarahkan untuk memperluas edukasi keuangan hingga tingkat daerah.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo mengatakan, jaringan Fatayat NU memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan masyarakat. OJK akan terus memperkuat kapasitas kader melalui berbagai program literasi keuangan.
“Jaringan Fatayat NU yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota merupakan potensi besar untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan kolaborasi tersebut mencakup edukasi pengelolaan keuangan, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan legal, hingga kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal dan investasi ilegal. Melalui sinergi itu, kader Fatayat NU diharapkan mampu menjadi agen literasi keuangan di daerah masing-masing.
“Fatayat NU memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga mampu menyampaikan informasi keuangan secara sederhana dan mudah dipahami,” ujarnya.
Sebagai implementasi awal, OJK Jawa Tengah memberikan edukasi keuangan kepada sekitar 500 peserta yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang Fatayat NU se-Jawa Tengah. Materi meliputi pengelolaan keuangan bijak, pemanfaatan layanan jasa keuangan secara aman, serta pencegahan aktivitas keuangan ilegal.
Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Tazkiyatul Muthmainnah, menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam memperkuat kapasitas kader perempuan di bidang literasi keuangan. Menurutnya, kader Fatayat NU memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan.
“Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk menyebarluaskan edukasi keuangan yang inklusif, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Fatayat NU Jawa Tengah juga berkomitmen menyiapkan perwakilan dari setiap cabang sebagai duta literasi keuangan. Program itu nantinya diperkuat melalui sinergi seluruh kantor OJK di Jawa Tengah dengan pengurus Fatayat NU di tingkat daerah.(aln)



