JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Olahraga padel terus menunjukkan perkembangan pesat, tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga di wilayah kabupaten sekitarnya, salah satunya di Kota Semarang.
Seiring bertambahnya jumlah lapangan padel, para pelaku olahraga ini berupaya menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, menyambut positif kehadiran fasilitas olahraga tersebut. Menurutnya, padel tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan.
“Alhamdulillah hari ini kami menghadiri salah satu tempat olahraga yang tidak hanya menawarkan aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari lifestyle. Peminatnya cukup banyak dan terus tumbuh,” ujar Indriyasari, di Arena Padel Portres Jalan Sumbing Semarang, Jumat (5/6/2026).
Kadisbudpar berharap, tempat tersebut terus berkembang sehingga tidak hanya dinikmati masyarakat Kota Semarang.
“Tentunya juga wisatawan yang datang ke Semarang. Mereka bisa menikmati kuliner, berwisata, dan jangan lupa tetap berolahraga,” imbuhnya.
Dengan fasilitas yang lengkap dan dukungan berbagai pihak, Padel Portres diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pengembangan olahraga padel sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Semarang.
Owner Padel Portres Semarang, Rico Wibowo mengatakan pihaknya terus menjalin kolaborasi dengan berbagai organisasi olahraga, termasuk PBPI Kota Semarang dan PPPI Jawa Tengah, untuk memajukan olahraga padel di Jawa Tengah.
“Kami ingin memajukan olahraga ini dan membuat putra-putra daerah Jawa Tengah dapat berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Kami juga sedang mengejar prestasi karena pada akhir tahun nanti akan ada berbagai kompetisi yang bisa menjadi ajang pembuktian atlet-atlet daerah,” ujar Rico.
Padel Portres yang berlokasi di Jalan Sumbing Semarang, menawarkan fasilitas olahraga dengan standar tinggi. Jam operasional dimulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB. Tarif sewa lapangan dipatok Rp200 ribu per jam untuk seluruh court, kecuali lapangan Adidas yang dikenakan tarif Rp300 ribu per jam.
Selain menyediakan lapangan padel, Padel Portres juga menghadirkan berbagai fasilitas pendukung seperti gym, area fisioterapi, serta recovery area berupa jacuzzi yang dapat digunakan secara gratis oleh pengunjung.
“Kami memiliki standar ceiling atau tinggi atap mencapai 16 meter, yang sementara ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah,” jelas Rico.
Tidak hanya berfokus pada olahraga, Padel Portres juga ingin mendukung pengembangan sport tourism di Kota Semarang.
Menurut Rico, para pemain padel umumnya memiliki kebiasaan berkunjung ke berbagai kota untuk mencoba lapangan baru. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kunjungan wisata dan sektor kuliner daerah.
“Kami ingin mengangkat Kota Semarang. Kita punya Kota Lama, Lawang Sewu, Tugu Muda, dan berbagai destinasi wisata lainnya. Pemain padel sering bepergian untuk mencoba lapangan baru, sehingga mereka juga bisa menikmati wisata dan kuliner yang ada di Semarang,” katanya. (ucl/rit)




