‘Women’s Soccer Trilogy’ Geliatkan Ekonomi Kota Kretek


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Turnamen Women’s Soccer Trilogy di Supersoccer Arena Kudus, Juni-Agustus 2026, dinilai menjadi momentum krusial bagi masa depan daerah. Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menegaskan bahwa ajang sepak bola putri ini bukan sekadar kompetisi, tetapi diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi sektor sport tourism serta ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kudus.

‘’Kegiatan seperti ini tidak hanya melahirkan atlet berbakat. Agenda ini memberi dampak langsung bagi sektor pariwisata olahraga yang turut memutar roda perekonomian masyarakat,’’ ujar Bellinda, di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Minggu (21/6) pagi.

Bellinda mengungkapkan apresiasi mendalam kepada Djarum Foundation yang konsisten membangun ekosistem olahraga ini. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai sukses melahirkan efek domino yang positif bagi masyarakat setempat.

Baca juga:  Polisi Selami Dugaan Perampasan Barang Pedagang Dandangan

Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan penonton dari berbagai penjuru daerah otomatis meningkatkan okupansi hotel, menghidupkan pelaku UMKM kuliner, serta menggerakkan sektor transportasi lokal.


Pemkab Kudus pun menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah kompetisi berskala nasional hingga internasional tersebut. Melalui momentum ini, Bellinda mengajak seluruh warga Kudus untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keramahan.

‘’Masyarakat menyambut baik wisatawan akan memperkuat citra Kudus sebagai destinasi utama sport tourism di Indonesia,’’ imbuhnya.

Perwakilan Djarum Foundation, Teddy Tjahyono, memaparkan bahwa kompetisi ini adalah puncak pembinaan berjenjang selama tiga tahun terakhir. Rangkaian turnamen yang terdiri dari MilkLife Soccer Challenge All-Stars, HydroPlus Soccer League All-Stars, hingga Srikandi Merdeka Cup pada Agustus mendatang akan menyediakan jalur prestasi yang konkret.

Baca juga:  Taman Bojana Dilirik jadi Hotel, Pusat Kuliner Dipertahankan

‘’Pemenang kompetisi akan mendapat tiket menuju ajang internasional seperti Singapore Cup pada November mendatang,’’ ujarnya.

Sinergi kuat antara regulasi pemerintah daerah dan investasi pembinaan swasta ini diharapkan mampu mengukuhkan Kudus sebagai pusat pemandu bakat sepak bola putri nasional sekaligus magnet ekonomi baru melalui kunjungan wisata olahraga. (mas/han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...