Pedagang Daging Sapi dan Pedagang Bakso Desak Pemerintah Atasi Kelangkaan Sapi


JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Paguyuban pedagang daging sapi Salatiga mengundang paguyuban pedagang pengguna daging sapi serta Dinas Pedagangan Kota Salatiga untuk berdialog mencari solusi terkait kelangkaan sapi potong dan tingginya harga sapi potong.

Dialog yang digelar di kios daging sapi Pasar Raya 1 lantai 2 ini, Rabu ( 24/6/2026) dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Agung Pitoyo beserta jajarannya, para pedagang bakso, perwakilan pedagang nasi Padang dan perwakilan dari sate sapi Suruh.

Dalam kesempatan ini, Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Salatiga Ny Apri ( 54) menjelaskan, dialog ini diadakan untuk mencari solusi bersama agar kondisi ini tidak berlarut- larut, karena pedagang daging sapi Salatiga sudah lama prihatin dengan kondisi kelangkaan sapi dan tingginya harga sapi.” Kami semua prihatin dengan kondisi ini. Untuk itu kami mengundang pihak- pihak terkait, termasuk Dinas Perdagangan dan para pedagang olahan yang ikut terdampak agar mendapatkan solusi terbaik,” katanya.

Baca juga:  Pemberdayaan Talenta Lokal, Nestlé Indonesia Selenggarakan Pelatihan Kerja GEMILANG di Kabupaten Batang

Diktahui paguyuban pedagang daging sapi Salatiga yang jumlahnya sekitar 100 an pedagang, sepakat untuk mogok berjualan selama lima hari karena kelangkaan sapi potong dan tingginya harga sapi potong. Aksi mogok ini dilakukan agar pedagang tidak terus merugi, karena dengan harga kulak yang sudah tinggi menjadikan garga jyalnya ikut tinggi. Biasanya harga daging sapi per kilo kisaran Rp 125 ribu kini mencapai Rp w40 per kilo. Kenaikan harga ini membuat dagangan sepi dan merugi.


Sementara Ketua Paguyuban Pedagang Bakso Rukun Santoso Salatiga Suwarno mengatakan, kelangkaan sapi ini membuat para pedagang bakso resah karena tidak ada bahan untuk berjualan, sementaea semua pedagang rata- rata punya cicilan di bank. ” Tidak berjualan sehari saja sangat berpengaruh, lebih- lebih sampai beberapa hari. Ini saya mewakili suara pedagang bakso dan baru kali ini pedagang bakso berdislog dengan pedagang dagjng,” katanya.

Ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah kota dan juga pemerinrah provinsi untuk segera mengatasi masalah ini. ” Bisa impor atau mendatangkan sapi- sapi dari daerah lain yang surplus, agar ketersediaan sapi kembali normal,” kata Suwarno yanv mengaku sudah berjualan bakso sejak tahun 1983 ini.

Baca juga:  TPID Bareng BI Buka Kios Pandawa Kita

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Agung Pitoyo mengatakan, pihaknya bersama Dinas Peternakan Kota Salatiga pada Selasa ( 23/6/2026) dipanggil oleh Komusi B untuk berdialog terkait masalah ini. Yang sudah dilakukan adalah mendata jumlah sapi potong di Salatiga yang tersedia jumlahnya kisaran 150 ekor. ” Sedangkan kebutuhan sapi potong untuk Salatiga per harinya sekira 11 hingga 15 ekor per hari, jadi ketersediaannya hanya untuk sepuluh hari, sehingga ke depannya harus dicarikan solusi. Untuk itu kami sudah mengirim surat ke dinas peternakan provinsi untuk ikut memberikan solusi, semisal mencarikan sapi- sapi di daerah lain yang surplus untuk didatangkan di Salatiga,” katanya. ( deb)


TERKINI

Rekomendasi

...