JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, mencatat realisasi penerimaan retribusi pasar tradisional hingga akhir Mei 2026 baru mencapai Rp5,16 miliar. Angka tersebut setara dengan 31,56 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp16,38 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto, menyatakan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pengelolaan pelayanan dan pengawasan di seluruh pasar daerah.
‘’Evaluasi berkala terhadap potensi penerimaan di masing-masing pasar terus kami lakukan, dengan harapan realisasi pendapatan meningkat pada semester kedua,’’ ujarnya baru-baru ini.
Berdasarkan catatannya, kontribusi terbesar sejauh ini disumbang oleh pos retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasar yang menyentuh Rp1,88 miliar dari target Rp3,37 milar. Diikuti oleh retribusi kios sebesar Rp1,47 miliar dari target Rp6,38 miliar, dan retribusi los sebesar Rp1,13 miiliar dari target Rp4,76 miliar.
Serta retribusi pelayanan kebersihan yang menyumbang Rp22,59 juta dari target Rp65,29 juta. Pendapatan lain juga bersumber dari pedagang kaki lima (PKL) sebesar Rp223,14 juta, sektor pelataran Rp130,25 juta, pasar murah Rp54,5 juta, serta denda Rp1,38 juta.
Sementara itu, hingga pertengahan Mei 2026, akumulasi penagihan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD), baik kategori murni, piutang, maupun sistem elektronik (e-retribusi), menempatkan Pasar Kliwon dan Pasar Bitingan sebagai penyumbang terbesar bagi kas daerah.
Pada kategori SKRD Murni, Pasar Bitingan memimpin dengan setoran Rp184,13 juta, disusul Pasar Baru Rp135 juta, Pasar Jember Rp117 juta, dan Pasar Kliwon Rp106,3 juta. Secara total, realisasi SKRD Murni dari 13 pasar di Kudus mengumpulkan Rp848,12 juta.
Sementara itu, penagihan SKRD Piutang berhasil mencairkan dana sebesar Rp309,02 juta, di mana Pasar Jekulo menyumbang angka tertinggi sebesar Rp144,4 juta, diikuti Pasar Kliwon sebesar Rp72 juta.
Di sisi lain, penerapan e-retribusi menjadi pendongkrak signifikan bagi pasar-pasar besar. Lewat sistem digital ini, Pasar Kliwon mencatatkan lonjakan setoran fantastis senilai Rp1,22 miliar yang didominasi oleh retribusi kios sebesar Rp879,37 juta dan los sebesar Rp344,68 juta. Pada sistem yang sama, Pasar Bitingan menambah pundi pendapatan sebesar Rp85,71 juta dari sektor los.
Dinas Perdagangan menegaskan, selain mengejar target nominal, fokus utama saat ini adalah membenahi infrastruktur fisik. Peningkatan kenyamanan dan kualitas layanan pasar, dinilai menjadi kunci utama agar aktivitas transaksi masyarakat semakin bergeliat.
‘’Pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan pendapatan daerah secara berkelanjutan,’’ pungkasnya. (han/rit)






