JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Suasana ruang Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus mendadak riuh oleh gelak tawa dan antusiasme puluhan anak, Minggu (5/7). Mereka tampak larut dalam keseruan program MBG (Membaca, Berkarya, Gembira), yang diinisiasi oleh komunitas Read Aloud Kudus. Lewat kolaborasi ini, anak-anak diajak menyelami dunia literasi melalui metode yang jauh dari kata membosankan.
Ketua Read Aloud Kudus, Rizki Yuniarti, menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang untuk menggabungkan aktivitas literasi dengan pembelajaran kreatif. Tujuannya agar anak-anak tidak sekadar menikmati cerita, tetapi juga mendapat pengalaman baru yang interaktif untuk menumbuhkan minat baca, kreativitas, dan rasa percaya diri sejak usia dini.
‘’Metode membaca nyaring (read aloud) secara ekspresif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Anak-anak menjadi lebih mudah memahami isi cerita sekaligus terdorong untuk mencintai buku sejak dini,’’ ujar Rizki.
Tidak hanya mendengarkan dongeng, imajinasi anak-anak kian dipacu lewat pemutaran film animasi karya siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus. Tayangan ini dihadirkan untuk memberikan inspirasi dan bukti nyata bahwa generasi muda lokal mampu memproduksi karya kreatif berkualitas visual tinggi.
Keseruan berlanjut saat memasuki sesi prakarya. Didampingi para relawan, tangan-tangan mungil para peserta tampak cekatan menyusun huruf demi huruf untuk membuat keychain atau gantungan kunci nama mereka sendiri.
‘’Aktivitas membuat gantungan kunci ini melatih koordinasi motorik halus, ketelitian, dan rasa percaya diri karena mereka berhasil membawa pulang karya hasil imajinasinya sendiri,’’ imbuh Rizki.
Pihak Read Aloud Kudus turut mengapresiasi dukungan penuh dari Perpusda Kudus yang memfasilitasi ruang belajar yang nyaman ini,’’Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan terus konsisten berjalan demi menghidupkan budaya literasi yang menyenangkan bagi anak-anak di Kabupaten Kudus,’’ pungkasnya. (han/rit)





