Integrasi Literasi Digital dan Pendidikan Karakter dalam Pengembangan Kurikulum SD


Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, termasuk di jenjang sekolah dasar. Peserta didik kini semakin akrab dengan internet, media sosial, dan berbagai platform pembelajaran digital. Kondisi ini menuntut kurikulum pendidikan dasar untuk tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter yang sesuai dengan nilai moral dan sosial.

Literasi digital tidak sekadar kemampuan teknis menggunakan perangkat teknologi, melainkan mencakup serangkaian keterampilan dalam mengakses, mengolah, menginterpretasikan, dan menilai informasi secara kritis dengan tetap memperhatikan nilai etika dan tanggung jawab. Ketidakcukupan literasi digital berpotensi menjadikan peserta didik sebagai konsumen informasi pasif yang rentan terhadap hoaks, disinformasi, manipulasi informasi, serta berbagai bentuk penyimpangan perilaku di ruang digital.

Di sisi lain, kemudahan akses informasi digital belum selalu diikuti oleh kemampuan menilai kebenaran informasi secara kritis maupun pertimbangan aspek moral dalam penggunaannya. Fenomena perundungan siber, rendahnya etika komunikasi digital, intoleransi, dan menurunnya kepedulian sosial menunjukkan bahwa kecakapan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan kematangan karakter. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi digital peserta didik tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan karakter secara sistematis dan berkesinambungan.

Baca juga:  Warga Pati Bergolak, Ahmad Luthfi: Jadikan Pelajaran Harus Santun Dengarkan Aspirasi Rakyat

Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui telaah berbagai sumber akademik yang relevan seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan, kemudian dianalisis dan disintesiskan secara sistematis.


Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dan pendidikan karakter dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi peserta didik. Pada saat yang sama, integrasi ini memperkuat nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, toleransi, dan perilaku etis di lingkungan digital. Literasi digital yang dibangun di atas fondasi karakter yang kuat berperan sebagai pilar penting karena kemampuan menyaring dan mengevaluasi informasi secara kritis pada dasarnya merupakan bagian dari sikap tanggung jawab dan kehati-hatian yang menjadi ciri karakter yang baik.

Baca juga:  Raih WTP, Kota Magelang Dapat Bonus DID Rp63,69 Miliar

Meskipun demikian, implementasi integrasi ini masih menghadapi sejumlah hambatan, yaitu terbatasnya kompetensi guru dalam literasi digital, kesenjangan akses terhadap teknologi, serta belum optimalnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Integrasi ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang menempatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung, bukan pengganti, proses pembentukan nilai dan moral peserta didik. Implementasinya dapat dilakukan melalui penyusunan tujuan pembelajaran, pemilihan materi, penggunaan media digital yang edukatif, serta penguatan nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Dengan demikian, pengembangan kurikulum SD yang mengintegrasikan literasi digital dan pendidikan karakter menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara etis, kritis, dan bertanggung jawab, serta tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan budaya bangsa dalam menghadapi perkembangan zaman.

Oleh :

Yoanna Thalia Jary Welan, Citra Agustina Rahayu, Feri Ahdiana, Nurfadhilah, Siti Nurhasanah, Dona Safitri, Mahilda Dea Komalasari,M.Pd

Universitas PGRI Yogyakarta

 


TERKINI

Rekomendasi

...