JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 tingkat Sekolah Dasar (SD) negeri di Kabupaten Kudus, menyisakan rapor merah bagi sejumlah sekolah. Lima SD negeri dilaporkan mengalami krisis pendaftar ekstrim karena hanya berhasil menjaring tiga hingga empat murid baru.
Berdasarkan data yang dihimpun, tiga sekolah yang hanya mendapatkan tiga murid adalah SD 2 Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, SD 5 Hadipolo, Kecamatan Jekulo, dan SD 1 Karangrowo (Kecamatan Undaan). Sedang SD 2 Gulang, Kecamatan Mejobo dan SD 1 Jati Wetan, Kecamatan Jati masing-masing memperoleh empat murid.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menyatakan bahwa angka ini masih bersifat sementara. Proses rekapitulasi data SPMB tahun ajaran ini masih terus berjalan di tingkat dinas.
‘’Ini belum semua laporan masuk, tapi yang sudah melapor ada lima SD itu yang mendapatkan murid baru di bawah lima anak,’’ ujar Anggun didampingi Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Disdikpora Kudus, Maulan Majid, baru-baru ini.
Majid memprediksi jumlah sekolah yang kekurangan murid potensial bertambah. Hal ini mengingat proses pendataan mandiri oleh masing-masing pihak sekolah masih terus berlangsung hingga saat ini.
Menurutnya, fenomena sepinya peminat di lima sekolah tersebut berbanding terbalik dengan beberapa sekolah favorit di pusat kota. Majid menjelaskan, mayoritas daya tampung reguler SD negeri adalah 28 siswa per kelas. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan dispensasi kuota hingga 32 siswa untuk sekolah yang kebanjiran pendaftar.
‘’Ada perbedaan daya tampung karena usulan sekolah yang melihat tingginya minat masyarakat. Contohnya di SD 1 Barongan, pendaftarnya mencapai 200 orang. Akhirnya mereka mendapat kuota maksimal 32 siswa per kelas,’’ jelas Majid.
Secara lini masa resmi, lanjutnya, SPMB jenjang SD di Kabupaten Kudus sebenarnya telah tuntas ditutup pada 30 Juni 2026 lalu. Kendati demikian, dinas memberikan kelonggaran bagi sekolah-sekolah yang kuota kelasnya belum terpenuhi untuk tetap berburu siswa baru.
Pihak sekolah diperbolehkan membuka pendaftaran secara gerilya hingga menjelang hari pertama masuk sekolah, yang dijadwalkan serentak untuk jenjang SD dan SMP pada 13 Juli 2026 mendatang.
‘’Secara tertulis SPMB memang sudah tutup. Namun realisasinya, jika sekolah masih punya sisa kuota, mereka tetap boleh menerima murid baru sampai hari pertama masuk sekolah nanti,’’ pungkas Majid. (han/rit)





