Renovasi Puskesmas Jekulo Ditarget Rampung Lebih Awal


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Proyek renovasi Puskesmas Jekulo kini terus dikebut. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat realisasi pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah Kudus timur tersebut telah mencapai progres 30 persen hingga akhir lalu. Angka ini mencatatkan deviasi positif sekitar 11 persen dari target perencanaan awal.

Kepala DKK Kudus, dr. Abdul Hakam, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proyek yang didanai anggaran sekitar Rp5,7 miliar ini. Pengerjaan fisik sendiri sudah berjalan selama satu setengah bulan, dan kini memasuki minggu keenam.

‘’Kami berharap cuaca terus mendukung tanpa kendala hujan, sehingga penyelesaian bisa lebih cepat. Target utama kami adalah selesai pada akhir Oktober mendatang,’’ ujar dr. Hakam, saat meninjau lokasi proyek, Senin siang.

Menurut Hakam, Puskesmas Jekulo nantinya akan didesain modern dengan fasilitas lengkap. Bagian depan akan difungsikan sebagai Instalasi Gawat Darurat (IGD) Timur, disusul ruang layanan program, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Ponek), serta poliklinik umum dan dokter gigi.


Baca juga:  Manajer Baru Persiku Benahi Mental Pemain

‘’Puskesmas ini diproyeksikan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di wilayah timur Kudus, khususnya untuk program promotif, preventif, serta eliminasi penyakit seperti TBC, HIV, hingga pengendalian kasus stunting,’’ tambahnya.

Sambungnya, meski kapasitas rawat inap dibatasi maksimal 10 tempat tidur sesuai regulasi Kemenkes, DKK Kudus menyiapkan inovasi “Puskesmas Plus”. Ke depan, pihaknya berencana menghadirkan praktik dokter spesialis pada sore hari serta mengoptimalkan fungsi rehabilitatif bagi pasien pasca-rawat inap rumah sakit.

‘’Selain pengerjaan gedung, Pemkab Kudus juga tengah memproses pengadaan armada ambulans baru melalui anggaran perubahan,’’ jelasnya.

Di sisi lain, percepatan pembangunan ini diamini oleh pihak kontraktor. Pembantu Pelaksana Proyek dari CV Simpatik Karya Mandiri, Putut Widiantoro, menjelaskan bahwa berdasarkan data internalnya, progres komulatif mingguan bahkan sudah menyentuh 30 persen dari rencana awal.

Baca juga:  Pedal Rem Bermasalah, Mobil MBG Seruduk Rumah Warga

‘’Kami mencatatkan deviasi positif sekitar 9 hingga 10 persen. Kontrak kerja kami sebenarnya sampai 1 November, namun kami mengupayakan selesai lebih awal pada Oktober,’’ kata Putut.

Guna mengejar target tersebut, pihak kontraktor telah menambah jumlah pekerja secara signifikan. Pekerja yang awalnya hanya 40 orang, kini ditambah menjadi lebih dari 60 orang sejak dua minggu lalu. Selain itu, sistem kerja lembur selama dua jam setiap hari hingga pukul 18.00 WIB juga mulai diterapkan.

‘’Saat ini pengerjaan fokus pada pemasangan dinding bata. Proyek senilai Rp5,7 miliar sekian ini meliputi pembangunan gedung satu lantai, mulai dari fondasi, struktur, pasang bata, hingga penyelesaian atap dan finishing,’’ pungkas Putut. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...