JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Peringatan Hari Ulang Tahun atau Hari Lahir ke-80 Kabupaten Sukoharjo tetap digelar secara khidmat pada Rabu, (15/7/2026). Dalam upacara hari lahir tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia menggantikan Etik Suryani, Bupati Sukoharjo yang baru saja tersandung kasus operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Peringatan hari lahir ini diawali dengan kirab Pataka yang melintasi rute dari kantor Sekretariat Daerah hingga Alun-alun Satya Negara. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di sepanjang rute kirab tidak ada satu pun baliho hari lahir bergambar wajah kepala daerah yang terpasang.
Dalam upacara pun dikemas dengan lebih sederhana, salah satunya dengan meniadakan sesi flashmob Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Aksi flashmob Tari Gambyong Sukoharjo Makmur karya Niken Guru SMPN 3 Weru, diikuti oleh 8000 pelajar dan penari.
Kemudian dilanjutkan dengan pembagian 12 gunungan mewakili 12 kecamatan yang berisi makanan dan produk khas masing masing daerah kepada masyarakat.
Ditemui usai upacara, Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Jajarannya tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah atas kasus hukum yang menjerat Etik Suryani bersama Kepala BPKAD Richard Tri Handoko dan Kabag Umum Setda Tri Mulyo, yang ditangkap KPK pada Kamis, 9 Juli 2026 lalu atas dugaan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah.
“Momentum hari lahir ke-80 Sukoharjo ini harus dijadikan sebagai bahan evaluasi diri yang mendalam. Langkah ini penting guna menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel.” ungkap Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo.
Ia mengakui adanya rasa prihatin yang mendalam di lingkungan pemerintah daerah atas kondisi yang sedang terjadi, namun seluruh jajaran berkomitmen untuk mengambil hikmah dan terus melakukan perbaikan.
Ia juga memastikan kepada masyarakat bahwa roda pemerintahan serta pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal seperti biasa. Koordinasi dan konsolidasi internal telah diperkuat agar masyarakat tidak perlu merasa risau.
Menurutnya, jabatan bupati dan wakil bupati merupakan satu kesatuan dwi tunggal, dan sebagai pelaksana tugas sementara, dirinya berkomitmen penuh untuk melanjutkan visi dan misi serta kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan lapisan masyarakat untuk bersatu mewujudkan visi Sukoharjo Spektakuler yang menjadi tema hari lahir tahun ini.” Imbuh Eko.
Visi tersebut diarahkan untuk membangun Sukoharjo yang maju, mandiri, dan berbudaya dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur tri dharma, yaitu melu rumongso handarbeni atau ikut merasa memiliki, melu rumongso hangrungkepi atau ikut serta mempertahankan, dan mulat sariro hangroso wani yang berarti berani mawas diri. Nilai-nilai ini ditegaskan kembali sebagai ruh penggerak pembangunan daerah.
Melalui momentum hari jadi ini, Eko Sapto Purnomo berharap semua indikator makro Sukoharjo di masa depan dapat menunjukkan capaian yang bagus dan berdampak riil. Mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, kenaikan Produk Domestik Regional Bruto, peningkatan indeks infrastruktur dan Indeks Pembangunan Manusia, hingga penurunan angka pengangguran, kemiskinan, serta stunting.
“Kami meminta doa dan dukungan dari seluruh warga masyarakat agar Sukoharjo dapat melewati masa-masa sulit ini dan bertransformasi menjadi daerah yang semakin bersih serta profesional dalam melayani masyarakat,” tegasnya. (dea/rit)





