JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kudus terus memacu pengerjaan infrastruktur daerah. Kepala DPUPR Kudus, Harry Wibowo, menyatakan bahwa saat ini terdapat total 20 titik pekerjaan yang sedang berjalan, khususnya di bidang Bina Marga.
Dari puluhan titik tersebut, hampir 70 persen proyek sudah masuk tahap berkontrak dan mulai berproses. Sementara itu, sisanya masih dalam tahap penyelesaian administrasi. Sejumlah proyek perbaikan jalan pun terpantau sudah mulai dikerjakan oleh pihak ketiga di lapangan.
‘’Untuk Bina Marga, kurang lebih hampir 70 persen sudah berproses dan berkontrak. Sisanya menyusul. Beberapa pengerjaan jalan saat ini sudah mulai berjalan,’’ jelas Harry.
Sementara itu, Harry tidak menampik adanya beberapa titik proyek yang membutuhkan waktu lebih lama karena tingkat kesulitan yang tinggi. Salah satu proyek yang diprediksi memakan waktu cukup berat adalah rekonstruksi Jembatan Kesambi yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan awal.
Meski demikian, akses jalan lain yang menjadi prioritas warga mulai menunjukkan pergerakan positif. Proyek peningkatan dan rehabilitasi di jalur Kerawang–Dau hingga Dau–Jojo dipastikan sudah mulai disentuh oleh pekerja lapangan.
Selain fokus pada proyek fisik skala besar, DPUPR Kudus juga bergerak cepat melakukan perawatan jalan berkala. Dengan memaksimalkan alokasi dana rutin, DPUPR mengklaim telah berhasil memelihara dan mengakomodasi hampir 70 ruas jalan di seluruh wilayah Kudus.
Intervensi cepat melalui dana rutin ini berhasil menyelamatkan tingkat kemantapan jalan di Kudus. Sebelumnya, kualitas jalan sempat mengalami penurunan dari angka 91 persen menjadi 89 persen akibat berbagai faktor kerusakan.
‘’Melalui optimalisasi dana rutin ini, kita bersyukur bisa mengembalikan lagi kondisi kemantapan jalan daerah di kisaran angka 91 persen,’’ pungkas Harry. (han/rit)





