Sambut Tamu Srikandi Merdeka Cup, Kudus Dandani Kawasan Kuliner


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus bersiap menyambut kedatangan tamu internasional dari enam negara, yang menjadi peserta Srikandi Merdeka Cup yang digelar Agustus 2026 mendatang. Ubah kawasan wisata kuliner agar tampil bersih, rapi, dan higienis ini, guna memberikan kesan positif bagi para atlet dan wisatawan mancanegara.

Selama lebih dari sepekan, ratusan atlet, ofisial, dan suporter dari Malaysia, Hong Kong, Arab Saudi, Thailand, Singapura, dan Yordania, akan memadati Kota Kretek. Seluruh rangkaian pertandingan internasional ini dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena turut Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung, Pemkab Kudus melalui Dinas Perdagangan mulai membenahi para pedagang kaki lima (PKL). Fokus penataan menyasar tiga titik utama, yakni kawasan Alun-alun Kudus, Balai Jagong, dan sekitar Lapangan Rendeng.

Baca juga:  OTG Covid-19 di Kudus Diminta Isolasi di Tempat Khusus

Kabid PKL Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, I’in Vestriaswari, menegaskan bahwa sosialisasi peningkatan standar kebersihan telah digencarkan, terutama di sekitar lokasi pertandingan (venue). Para pedagang kini diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung dan menjaga sanitasi lapak.


‘’Kegiatan kita bergerak terutama untuk celemek dulu, sarung tangan. Semua PKL kalau bisa menggunakan perlengkapan itu,’’ ujar I’in, saat ditemui, Selasa (29/7).

Langkah ketat ini mengacu pada instruksi langsung Bupati Kudus yang menginginkan wajah pusat kuliner daerah tampil memikat di mata dunia. Selain wajib memakai celemek dan sarung tangan, setiap pedagang juga diharuskan menyediakan tempat sampah secara mandiri di lapak masing-masing.

‘’Bupati ingin pedagang kita bersih dan rapi. Kalau bersih tentu akan terlihat bagus. Kita akan turun langsung memberikan sosialisasi,’’ tambah I’in.

Baca juga:  Ketua Satgas MBG Kudus Ambil Sikap Tegas, Bellinda: Semua Dapur Harus Seragam !

Khusus di kawasan Lapangan Rendeng, panitia Srikandi Merdeka Cup telah memfasilitasi area khusus dengan menyediakan 24 tenda. Mengingat jumlah PKL di wilayah tersebut mencapai 51 orang, Dinas Perdagangan meminta pihak paguyuban menerapkan sistem pergantian lapak (shift).

‘’Mekanisme ini diterapkan agar seluruh pedagang tetap mendapat kesempatan berjualan secara adil,’’ tandasnya.

Lanjutnya, selama turnamen berlangsung, PKL diizinkan beroperasi penuh tanpa hari libur mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB. Sementara pada pagi hari, pedagang masih diperbolehkan berjualan hingga pukul 12.00 WIB, sebelum area tersebut disterilkan dan dibersihkan total sesuai regulasi panitia.

‘’Kami juga telah bersinergi dengan Satpol PP untuk memastikan kawasan di sekitar venue pertandingan tetap tertib, indah, dan nyaman bagi seluruh kontingen internasional,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...