JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta menggelar program Imigrasi Surakarta Goes to School di SMA Unggulan RUSHD Sragen pada Kamis (30/7). Langkah ini diambil untuk meningkatkan literasi keimigrasian sekaligus menanamkan kesadaran pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sejak dini kepada generasi muda.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti sebanyak 70 peserta yang terdiri atas siswa dan jajaran staf pengajar. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Komarudin, yang hadir mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta.
“Kami menegaskan pentingnya peran pelajar dalam memahami kesadaran hukum. Generasi muda diharapkan mampu memahami prosedur perjalanan ke luar negeri secara aman, legal, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Ungkap Komarudin.
Kepala SMA Unggulan RUSHD Sragen, Eko Sugiyanto, menyambut positif serta mengapresiasi inisiatif edukasi keimigrasian di lingkungan sekolahnya.
Dua Analis Keimigrasian Kantor Imigrasi Surakarta, Sri Wulansari dan Ponco Kusuma Wardani, hadir memberikan materi teknis. Pemaparan memuat pemahaman mengenai tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Imigrasi, tata cara pengajuan paspor melalui Aplikasi M-Paspor, hingga pentingnya menjaga dokumen perjalanan WNI.
Materi pencegahan TPPO menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini. Narasumber membeberkan berbagai modus perekrutan ilegal yang kerap menjebak calon korban dengan iming-iming gaji tinggi dan proses keberangkatan serba mudah. Siswa diimbau selalu memastikan legalitas lembaga yang menawarkan kesempatan bekerja atau belajar di luar negeri.
Selain materi keimigrasian, taruna dari Politeknik Imigrasi dan Politeknik Pemasyarakatan turut memaparkan profil sekolah kedinasan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Informasi mengenai tahapan seleksi hingga gambaran kehidupan kampus disampaikan untuk memotivasi siswa yang berminat menjadi aparatur sipil negara.
Sesi diskusi interaktif menutup rangkaian acara dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui program ini, pihak imigrasi berharap pelajar memiliki bekal pengetahuan memadai demi mendukung perjalanan luar negeri yang aman dan legal, sejalan dengan komitmen pelayanan Imigrasi untuk Rakyat di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko. (dea/rit)





