JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Potensi alpukat yang melimpah di Desa Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, terus didorong untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Tim Pelaksana PPK Ormawa Kemavista Universitas Ngudi Waluyo (UNW) membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan pembibitan alpukat yang dapat dikembangkan secara mandiri maupun menjadi peluang usaha.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembibitan Alpukat yang digelar di Desa Kemawi pada Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema “Meningkatkan Pengetahuan, Keterampilan, dan Nilai Ekonomi Alpukat melalui Pemberdayaan Desa Kemawi”, kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 37 peserta.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Kemawi, perwakilan bidang Kemahasiswaan UNW, perwakilan Ormawa BEM UNW, kelompok pembibitan alpukat, serta masyarakat Desa Kemawi.
Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa Kemavista, Retna, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membekali warga dengan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis agar mampu menghasilkan bibit alpukat secara mandiri.
Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi penting untuk mendukung pengembangan potensi alpukat yang selama ini menjadi salah satu sumber daya lokal Desa Kemawi.
“Antusiasme warga sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang hadir untuk memperoleh wawasan dan keterampilan baru seputar pembibitan alpukat,” ujar Retna.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Tidak hanya memenuhi kebutuhan bibit untuk budidaya sendiri, keterampilan pembibitan juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru melalui produksi dan penjualan bibit alpukat berkualitas.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Desa Kemawi, Sunyoto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Semoga pengetahuan yang diperoleh dapat benar-benar diterapkan warga untuk mendorong kesejahteraan Desa Kemawi,” tutur Sunyoto.
Dalam pelatihan tersebut, Tim Pelaksana PPK Ormawa Kemavista menggandeng Rohmad, S.P., M.P., penyuluh sekaligus ahli pembibitan alpukat dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sumowono, sebagai pemateri utama.
Rohmad memberikan pemahaman kepada peserta mengenai teknik pembibitan alpukat yang tepat, sekaligus menjelaskan pentingnya menghasilkan bibit yang berkualitas untuk mendukung keberhasilan budidaya.
Menurutnya, kemampuan masyarakat dalam melakukan pembibitan secara mandiri dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat potensi alpukat di Desa Kemawi.
“Pembibitan alpukat ini menjadi wadah program yang positif dan bermanfaat serta mampu meningkatkan kualitas ekonomi Kemawi. Maka dari itu, tim pelaksana PPK Ormawa Kemavista harus menyebarluaskan program ini agar pembibitan di Kemawi bisa berjalan sukses, bibitnya unggul, dan berdaya saing lokal,” terang Rohmad.
Setelah pemaparan materi, peserta diajak mengikuti praktik pembibitan secara langsung. Berbagai teknik diperkenalkan, mulai dari pembibitan menggunakan media tanah, teknik tusuk gigi, hingga teknik sambung pucuk atau grafting.
Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan entres unggul yang banyak dibudidayakan di Desa Kemawi, seperti varietas Pluang (Kali Bening), Kendil, dan SAB 034. Melalui praktik langsung tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman dalam menerapkan teknik pembibitan alpukat.
Retna berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Kemawi untuk semakin mandiri dalam menghasilkan bibit alpukat.
“Kami berharap warga Kemawi dapat mandiri dalam membuat bibit alpukat tanpa harus selalu membelinya. Bahkan, bibit hasil pembibitan ini dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai jual guna mendongkrak perekonomian Desa Kemawi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, PPK Ormawa Kemavista UNW berupaya mendorong masyarakat Desa Kemawi agar tidak hanya menjadi pembudidaya alpukat, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan pembibitan sebagai bagian dari rantai usaha yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, potensi alpukat di Desa Kemawi diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi lokal yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (ril/muz)



