Dana Pesta Hari Jadi Kudus Disokong Perusahaan Swasta


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus mematangkan persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-477. Pihak pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh rangkaian acara yang dirancang kini sudah mencapai tahapan 97 persen final.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk menggelar pesta rakyat ini menyentuh angka Rp3,9 miliar. Namun, anggaran tersebut tidak membebani kas daerah karena 93 persen dari total dana dibiayai penuh oleh pihak swasta dan kerja sama sponsorship.

‘’Pemerintah daerah hanya menganggarkan sebesar 7 persen setara Rp272 juta (PAGU) dari total kebutuhan belanja kegiatan,’’ ungkap Sam’ani, kepada awak media, Rabu siang.

Atas dukungan tersebut, pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan para sponsor. Mengingat momentum besar ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat.


‘’Kami berharap perputaran ekonomi lokal bisa meningkat, utamanya bagi pelaku UMKM, hiburan rakyat, sekaligus mendongkrak sektor wisata serta sport tourism di Kudus,’’ ujar Sam’ani.

Sambungnya, dalam rangkaian Hari Jadi Kudus tersebut, Pemkab Kudus merencanakan agenda kenduri rakyat di kawasan Alun-alun Kulon Menara Kudus. Acara tersebut digelar sebagai wujud apresiasi dan penghormatan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para ahli sejarah setempat.

Baca juga:  Penjual Miras Berkedok Es Moni di Undaan Digerebek Polisi

Di samping itu, momen hari jadi tahun ini juga akan menjadi titik awal perubahan administratif. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) dan seminar akademik yang melibatkan para pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII), Pemkab Kudus berencana menggeser peringatan Hari Jadi Kudus yang semula jatuh pada 23 September menjadi 23 Agustus.

‘’Proses perubahan ini sedang disusun ke dalam naskah akademik untuk kemudian diajukan sebagai usulan perubahan Peraturan Daerah (Perda) ke DPRD Kabupaten Kudus melalui Program Legislasi Daerah (Prolegda),’’ jelasnya.

Masih kata Sam’ani, ada yang berbeda pada perayaan kali ini. Pemerintah daerah membuka ruang ekspresi bagi generasi muda melalui panggung komedi tunggal (stand-up comedy). Acara ini sengaja digelar untuk menegaskan bahwa jajaran birokrasi Kudus bersifat terbuka terhadap masukan eksternal.

‘’Kami tidak anti-kritik. Anak-anak muda silakan me-roasting kami (Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran kepala dinas), asalkan kritik yang disampaikan tetap dalam koridor kesantunan. Kami juga menyisipkan kampanye anti-korupsi bersama KPK,’’ tambah Sam’ani.

Baca juga:  Bupati Kudus Sambut Ratusan Pemudik Tiba di Pendapa

Dalam kesempatan itu, Ia juga menjabarkan filosofi logo atau tema perayaan tahun ini, yakni “Urup Nguripi”. Istilah tersebut diambil dari analogi batang rokok yang menyala (urip) untuk bisa menghidupi (nguripi). Mengingat Kudus dikenal luas sebagai Kota Kretek dan Kota Santri yang industri utamanya bertumpu pada sektor pabrik rokok.

‘’Filosofi ini dimaknai sebagai komitmen pemerintah untuk terus menggerakkan roda ekonomi yang menghidupi seluruh lapisan masyarakat,’’ tandasnya.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton turut mengajak keterlibatan aktif dari warga untuk ikut menyemarakkan momentum tahunan ini.

‘’Persiapan tinggal menyempurnakan sisa 3 persennya saja untuk penyesuaian kecil di lapangan. Kami mohon doa restu dan dukungan dari seluruh rekan-rekan media serta segenap lapisan masyarakat agar seluruh rangkaian acara, mulai dari tanggal 17 Agustus hingga hari jadi daerah, berjalan aman dan lancar,’’ tutup Bellinda. (han/rit)


TERKINI


Rekomendasi

...