Kembangkan Layanan Kepatuhan Minum Obat Cegah Fatalitas Pasien Hipertensi di Pustu Kenawan


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Minum obat rutin kedengarannya sepele, tapi bagi pasien hipertensi, lupa sekali saja bisa berakibat fatal. Alasannya beragam, ada yang merasa sudah enakan, lupa karena kesibukan, sampai menganggap minum obat tiap hari merepotkan.

Padahal, tekanan darah yang tidak terkontrol bisa memicu stroke, gagal jantung, hingga gagal ginjal. “Saya melihat banyak pasien datang dengan tekanan darah tinggi lagi, padahal obatnya masih ada di rumah. Ternyata tidak diminum teratur,” ujar Labora kepada Jateng Pos, kemarin.

Melihat persoalan itu, Labora Sinaga, perawat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kenawan, Permata Kecubung, Sukamara, Kalimantan Tengah, menghadirkan solusi dari meja praktik langsung ke masyarakat.

Melalui tugas akhir Karya Kinerja S1 Keperawatan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran, Labora mengembangkan sebuah inovasi layanan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi.


Baca juga:  Agree Dukung Digitalisasi Pertanian PMO Kopi Nusantara BUMN

Inovasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur sehingga tekanan darah lebih terkontrol dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Gagasan inovasi ini berawal dari meningkatnya jumlah pasien hipertensi di wilayah kerja Pustu Desa Kenawan, sementara masih banyak pasien yang tidak rutin mengonsumsi obat, lupa jadwal minum obat, serta kurang memahami pentingnya terapi jangka panjang. Kondisi tersebut menyebabkan pengendalian tekanan darah belum optimal dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Inovasi layanan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yang saling terintegrasi, yaitu pemberian edukasi mengenai hipertensi dan pentingnya kepatuhan minum obat, penggunaan pillbox sebagai pengingat obat harian, pengiriman pesan pengingat melalui WhatsApp, pemantauan menggunakan Kartu Kontrol Hipertensi, serta pendampingan oleh keluarga selama menjalani terapi. Selama penyusunan tugas akhir (Karya Kinerja), Labora Sinaga mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing UNW.

Baca juga:  Ridwan Kamil akan Desain Masjid Islamic Center Surabaya

Untuk mengetahui keberhasilan inovasi, dilakukan evaluasi tingkat kepatuhan minum obat pada 52 pasien hipertensi setelah pelaksanaan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 39 pasien (75%) memiliki tingkat kepatuhan yang baik, sedangkan 13 pasien (25%) masih memerlukan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut. Hasil tersebut

Inovasi pengembangan layanan kepatuhan minum obat ini mudah diterapkan, tidak memerlukan biaya yang besar, dan dapat menjadi salah satu model pelayanan promotif dan preventif bagi puskesmas maupun puskesmas pembantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien penyakit kronis.

Labora Sinaga berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (ril/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...