BKSDA Jateng Evakuasi Macan Kumbang Masuk Pemukiman


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Seekor macan kumbang dewasa ditemukan masuk ke dalam rumah warga di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pada (13/8), Rabu pagi, sekira pukul 06.30 WIB.

Satwa dilindungi tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan kini masih menjalani perawatan intensif oleh dokter hewan, di hari yang sama pada pukul 10.00 WIB pagi.

Dyah Sulistyari, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah membenarkan adanya satwa liar (macam kumbang) yang berada di pemukiman warga.

“Informasi keberadaan macan kumbang yang kami diterima petugas sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pelapor dan unsur kepolisian, petugas melakukan pengamanan lokasi untuk mencegah warga mendekat dan menghindari risiko terhadap keselamatan masyarakat,” terangnya, di Kantor BKSDA Provinsi Jawa Tengah, Jalan Suratmo Semarang, Kamis (13/8).

Tim kemudian berangkat sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa peralatan evakuasi. Penanganan melibatkan sejumlah pihak, antara lain petugas konservasi, Taman Safari, Batang Conservation Center, tim kesehatan hewan, kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, serta perangkat desa.

Baca juga:  Kegiatan Pertemuan Pokja Kampung KB Tingkat Kecamatan Bonang

“Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah melakukan koordinasi, petugas meminta warga menjauh dari rumah yang menjadi lokasi keberadaan macan kumbang,” imbuhnya.

Petugas kemudian melakukan observasi untuk memastikan posisi satwa dan memperhitungkan kemungkinan pergerakannya apabila pintu rumah dibuka atau dilakukan tindakan evakuasi.

“Dari hasil pengamatan, macan kumbang tersebut diketahui berada di bagian barat pojok rumah. Setelah posisi satwa dipastikan aman, petugas melakukan pembiusan menggunakan senjata bius. Dua kali tembakan dilakukan dan satu tembakan berhasil mengenai sasaran. Satwa liar tersebut, kemudian dinyatakan dalam kondisi terbius,” terangnya.

Satwa tersebut tidak langsung dibawa karena petugas harus memastikan kondisinya aman untuk dipindahkan. Setelah menunggu hingga efek bius stabil, tim kemudian mengevakuasi macan kumbang menggunakan kandang angkut.

“Macan Kumbang selanjutnya dibawa ke Batang Conservation Center untuk mendapatkan penanganan medis. Dari pemeriksaan awal, diketahui satwa tersebut mengalami masalah pada kaki depan sebelah kanan sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut,” pungkas Dyah Sulistiyari.

Hingga kini, macan kumbang masih berada dalam penanganan dokter hewan Taman Safari Batang. Satwa tersebut mendapat pemantauan secara intensif selama 24 jam.

Baca juga:  Sukses Raih Wahana Tata Nugraha 2024, Ini Progam Dijalankan Pemkab Semarang

Terkait data macan kumbang tersebut, diketahui bahwa diketahui berjenis kelamin jantan dan merupakan satwa dewasa. Berdasarkan perkiraan awal, berbobot sekitar 25 kilogram.

Kemunculan satwa liar tersebut diduga berkaitan dengan habitatnya yang berada di kawasan hutan di lereng Gunung Prau.

Lokasi kejadian berada di kawasan Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, yang merupakan kawasan hutan produksi terbatas di wilayah Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Sebelumnya, warga juga mengaku pernah melihat keberadaan macan tutul di sekitar kawasan tersebut. Selain itu, terdapat laporan satwa ternak warga yang dimangsa, salah satunya ayam.

Namun, petugas belum dapat memastikan jumlah ternak yang menjadi korban karena fokus penanganan saat kejadian adalah evakuasi satwa dan keselamatan warga.

Petugas mengimbau masyarakat tidak mendekati atau melakukan tindakan sendiri apabila kembali menemukan satwa liar dilindungi. Warga diminta segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara aman, baik bagi masyarakat maupun satwa. (ucl/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...