JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Upaya memperkuat UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun ketiga, tim pengabdian dari Universitas Muria Kudus (UMK) dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan program bertajuk “Pemberdayaan UMKM Jenang Kudus sebagai Salah Satu Produk Unggulan Daerah dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional”. Kegiatan ini diketuai oleh Budi Gunawan dan melibatkan dua mitra UMKM jenang di Kabupaten Kudus, yaitu Jenang Menara dan Jenang Karomah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pendampingan berkelanjutan untuk membantu kedua mitra meningkatkan kapasitas usaha, kualitas produksi, inovasi produk, serta daya saing di tengah perkembangan kebutuhan pasar. Program tahun ketiga tidak hanya berfokus pada peningkatan proses produksi jenang, tetapi juga mendorong diversifikasi produk agar produk unggulan daerah tersebut memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Diversifikasi produk dilakukan dengan mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar jenang dan hasil samping proses produksi. Pengembangan produk tersebut diarahkan untuk menghasilkan variasi produk yang memiliki nilai tambah, daya tarik pasar, serta dapat menjadi alternatif oleh-oleh khas Kudus. Melalui diversifikasi, mitra diharapkan tidak hanya bergantung pada satu jenis produk, tetapi mampu mengembangkan berbagai produk sesuai dengan kebutuhan dan tren pasar.
Untuk mendukung peningkatan proses produksi, tim pengabdian juga memberikan sejumlah Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada kedua mitra. Teknologi yang diberikan meliputi filtrasi asap wet scrubber, pemarut higienis, alat pemarut sekaligus pemeras, grinder ampas kelapa, vacuum drying, serta alat pembuat briket dari ampas kelapa. Pemberian teknologi tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan mitra sehingga diharapkan dapat digunakan secara langsung dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Teknologi filtrasi asap wet scrubber dimanfaatkan untuk membantu mengurangi asap dari aktivitas produksi sehingga lingkungan kerja menjadi lebih nyaman dan mendukung proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Sementara itu, alat pemarut higienis serta pemarut sekaligus pemeras digunakan untuk membantu mempercepat dan meningkatkan efisiensi pengolahan bahan baku.
Pada sisi pengelolaan hasil samping produksi, tim pengabdian memperkenalkan grinder ampas kelapa dan vacuum drying sebagai bagian dari proses pengolahan ampas kelapa. Selanjutnya, ampas kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan briket, sehingga hasil samping yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Pemanfaatan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkenalkan konsep produksi yang lebih berkelanjutan kepada pelaku UMKM.

Ketua tim pengabdian, Budi Gunawan, menyampaikan bahwa penerapan TTG dalam program ini tidak hanya berupa pemberian peralatan, tetapi disertai dengan pendampingan agar mitra memahami cara penggunaan dan pemeliharaan alat. Pendampingan juga diarahkan agar mitra mampu mengembangkan inovasi secara mandiri sesuai kebutuhan produksi dan peluang pasar.
Program pengabdian ini didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta dilaksanakan melalui kolaborasi tim pengabdian UMK dan UMKU. Tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kemdiktisaintek atas dukungan terhadap pelaksanaan program, serta kepada Jenang Menara dan Jenang Karomah yang telah berpartisipasi aktif selama proses pendampingan.
Melalui kegiatan tahun ketiga ini, tim pengabdian berharap kedua mitra mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi, menciptakan inovasi dan diversifikasi produk, serta memanfaatkan hasil samping produksi secara lebih optimal. Penerapan teknologi dan pengembangan produk diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus membuka peluang pasar baru bagi UMKM Jenang Menara dan Jenang Karomah.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi perguruan tinggi dan UMKM dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan penerapan teknologi, pengembangan diversifikasi produk, pemanfaatan hasil samping produksi, dan pendampingan yang berkelanjutan, Jenang Menara dan Jenang Karomah diharapkan semakin mampu berkembang, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.








